Rabu, 04 November 2026
◐
MENU
Breaking News

Ribuan Penonton Padati Festival Kuda Kepang Gebyar Merah Putih, 17 Grup Jaranan Tampil di Curup

Reporter: Anak Abah | Editor: Anak Ibu

WARTAMEDIA.ID – Ribuan penonton memadati Lapangan Dwi Tunggal Curup, Rabu 4 November 2026, untuk menyaksikan Festival Kuda Kepang (Jaranan) se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2026.

Festival yang menghadirkan belasan grup kesenian jaranan tersebut menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat. Selain menyuguhkan hiburan tradisional, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian budaya Nusantara sekaligus ruang bagi para seniman untuk menampilkan kreativitas mereka.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bekerja sama dengan Paguyuban Kesenian Kuda Kepang Rejang Lebong (PKKKRL) ini dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Rejang Lebong, Zakaria Effendi, M.Pd.

Jaranan Jadi Bagian Pelestarian Budaya Daerah

Dalam sambutannya, Zakaria menegaskan bahwa kesenian tradisional perlu terus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, festival seperti ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus mempertahankan warisan budaya kepada generasi muda.

“Kesenian dan budaya daerah harus terus kita lestarikan. Event-event seperti ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar warisan luhur bangsa tidak hilang dan tergerus di era modernisasi saat ini,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga kesenian tradisional tetap memiliki ruang untuk berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas.

Turut hadir Asisten III Setdakab Rejang Lebong, Elva Mardiana, S.IP., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Elva mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta membanggakan kesenian tradisional.

Menurutnya, jaranan merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus dipelihara bersama.

“Kesenian Jaranan adalah milik kita semua, milik seluruh rakyat Indonesia. Mari bersama-sama kita sukseskan acara ini, karena kesenian dan budaya daerah merupakan ciri khas bangsa yang sangat membanggakan, bahkan telah diakui oleh dunia internasional,” ujarnya.

Elva juga mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan dan ketertiban selama festival berlangsung. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi peserta maupun pengunjung.

Festival Kuda Kepang (Jaranan) se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2026.
Festival Kuda Kepang (Jaranan) se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2026.

Belasan Grup Tampilkan Kategori Pegon dan Senterewe

Festival ini digagas bersama PKKKRL yang diketuai Hidayatullah atau akrab disapa Dayek, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Rejang Lebong.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Rejang Lebong JE Rafif Ghali, S.H., Kepala Dinas Pariwisata Riki Irawan, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Sosial Dr. Hambali, serta Kabid IKP Dinas Kominfo Yeyen Apriliana, S.E.

Dalam festival tersebut, grup-grup kesenian jaranan dari wilayah Sumbagsel menampilkan kemampuan terbaik mereka. Pertunjukan dikemas dalam dua kategori, yakni Pegon dan Senterewe, dengan karakter gerakan, alur tari, serta ciri khas penampilan masing-masing kelompok.

Berdasarkan daftar peserta yang disampaikan panitia, grup yang tampil antara lain New Seri Rukun (Senterewe), New Wijoyo Putro (Pegon dan Senterewe), Sri Mbangun Karso (Senterewe), Sureja (Pegon), SPW (Senterewe), Asih Tri Budoyo (Pegon dan Senterewe), Turonggo Dwi Mulyo (Pegon), Larasbroto Pinayungan (Senterewe), Cahyo Mudo Budoyo (Pegon), Sri Rahayu Utomo (Pegon), Karya Bakti (Senterewe), Margo Jati Mulyo (Pegon), Turonggo Joyo Kencono (Senterewe), serta Wargo Laras (Senterewe).

Setiap grup mendapat kesempatan untuk menunjukkan penampilan terbaik di hadapan penonton dan dewan juri. Berbagai gerakan khas jaranan, iringan musik tradisional, serta kekompakan para penari menjadi daya tarik tersendiri sepanjang pertunjukan.

Penilaian Berlangsung hingga Sore Hari
Festival dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga sore hari. Setelah seluruh grup menyelesaikan penampilan, kegiatan dilanjutkan dengan rekapitulasi nilai dan sidang pleno dewan juri pada pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Selanjutnya, pengumuman pemenang sekaligus penutupan festival dijadwalkan berlangsung pada pukul 17.00 WIB hingga 17.30 WIB.

Antusiasme ribuan penonton yang memadati Lapangan Dwi Tunggal Curup menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Festival ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para pelaku seni untuk memperlihatkan kemampuan sekaligus mempertahankan identitas budaya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Rejang Lebong berharap kesenian jaranan semakin berkembang, terus diminati generasi muda, dan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata budaya daerah.

Gebyar Semarak Merah Putih 2026 pun menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, dan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan yang digelar, kekayaan tradisi daerah diharapkan semakin dikenal dan tetap lestari bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Berita Terkini