Senin, 05 Oktober 2026
◐
MENU
Breaking News

Gus Baha Ungkap Keistimewaan Kucing, Beri Makan Disebut Bisa Jadi Sedekah

WARTAMEDIA.ID – Kucing menjadi salah satu hewan yang banyak dipelihara manusia karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan. Di balik keakraban kucing dengan manusia, ternyata hewan ini juga memiliki pembahasan tersendiri dalam ajaran Islam.

Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim dalam salah satu ceramahnya mengungkapkan keistimewaan kucing dan pentingnya memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang.

Menurut Gus Baha, memberi makan hewan dapat menjadi bentuk sedekah. Ia juga menyampaikan bahwa kebaikan kepada hewan dapat menjadi salah satu sebab datangnya keberkahan rezeki bagi seseorang dan keluarganya.

Penjelasan tersebut disampaikan Gus Baha dalam sebuah video ceramah yang dikutip dari kanal YouTube Dakwah Digital.

Dalam ceramah itu, Gus Baha mengawali penjelasannya dengan mengingatkan bahwa Allah SWT tidak hanya menciptakan manusia. Allah SWT juga menciptakan berbagai makhluk lainnya, termasuk tumbuhan dan hewan.

Setiap hewan yang diciptakan Allah SWT memiliki karakteristik dan manfaat masing-masing. Ada hewan yang memberikan manfaat bagi manusia, sementara sebagian lainnya dapat memberikan bahaya apabila tidak ditangani dengan tepat.

Di antara berbagai hewan tersebut, Gus Baha secara khusus membahas kucing.

Kucing dan Sedekah

Gus Baha menjelaskan bahwa kucing merupakan salah satu hewan yang memiliki kedekatan dengan kehidupan manusia. Karena itu, ia mengingatkan agar umat Islam tidak sembarangan memperlakukan hewan tersebut.

Memberikan makanan kepada kucing, menurut penjelasan Gus Baha, dapat bernilai seperti sedekah. Atas dasar itu, ia menganjurkan agar seseorang tidak terburu-buru mengusir kucing yang datang ke rumah.

Pesan tersebut juga dikaitkan dengan keyakinan bahwa setiap makhluk ciptaan Allah SWT memiliki cara tersendiri dalam bertasbih kepada-Nya.

“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka,” ujar Gus Baha.

Ayat tersebut mengingatkan bahwa manusia tidak mengetahui seluruh bentuk tasbih makhluk Allah SWT. Karena itu, memperlakukan hewan dengan baik menjadi bagian dari sikap menghargai ciptaan-Nya.

Gus Baha Ungkap Keistimewaan Kucing
Gus Baha Ungkap Keistimewaan Kucing

Kisah Kucing dan Rasulullah SAW

Dalam ceramahnya, Gus Baha juga menceritakan kisah tentang kucing yang berada di atas sajadah atau kain milik Rasulullah SAW.

Menurut cerita yang disampaikan Gus Baha, ketika Rasulullah SAW hendak mengambil kain tersebut, beliau tidak membangunkan ataupun mengusir kucing yang sedang tidur.

Rasulullah SAW justru memilih menggunting bagian kain yang ditempati kucing tersebut.

Gus Baha menggunakan kisah itu untuk menggambarkan bagaimana sikap lembut Rasulullah SAW terhadap hewan.

Menurutnya, umat Islam dapat meneladani sikap tersebut dengan tidak menyakiti atau memperlakukan hewan secara semena-mena.

Gus Baha Bercanda soal Kucing

Gus Baha kemudian melontarkan candaan mengenai posisi kucing dalam kehidupan masyarakat.

Ia menggambarkan bahwa seorang pengemudi terkadang justru merasa sangat khawatir ketika kendaraannya hampir menabrak kucing.

“Supir yang fasik pun jika menabrak kucing atau manusia, itu lebih takut menabrak kucing,” canda Gus Baha.

Candaan tersebut disampaikan untuk menggambarkan bagaimana kucing telah menjadi bagian yang dekat dengan kehidupan manusia.

Namun, di balik candaan tersebut, terdapat pesan agar manusia memiliki rasa kasih sayang terhadap makhluk hidup.

Tidak Hanya Kucing, Semua Hewan Harus Disayangi

Gus Baha menekankan bahwa anjuran berbuat baik tidak hanya berlaku kepada kucing. Umat Islam juga dianjurkan memperlakukan hewan lainnya dengan baik selama hewan tersebut masih bernyawa.

Kasih sayang terhadap hewan juga mendapat perhatian dalam ajaran Rasulullah SAW. Bahkan, perlakuan baik tetap dianjurkan terhadap hewan yang nantinya akan disembelih.

“Barangsiapa menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya pada hari kiamat.” (HR Bukhari).

Pesan tersebut menunjukkan pentingnya sikap kasih sayang dalam kehidupan seorang Muslim. Hewan bukan hanya dipandang dari manfaat yang diberikan kepada manusia, tetapi juga sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang harus diperlakukan dengan baik.

Karena itu, ketika seekor kucing datang ke rumah, seseorang tidak perlu langsung menganggapnya sebagai gangguan. Memberikan makanan dan memperlakukannya dengan lembut dapat menjadi kesempatan untuk melakukan kebaikan.

Sementara mengenai rezeki, seorang Muslim tetap perlu memahami bahwa Allah SWT adalah pemberi rezeki. Kebaikan kepada hewan dapat menjadi amal saleh yang diharapkan mendatangkan keberkahan, tetapi bukan berarti memelihara atau memberi makan kucing menjadi jaminan seseorang otomatis memperoleh kekayaan.

Inti pesan Gus Baha adalah mengajak umat Islam memperbanyak kebaikan kepada seluruh makhluk Allah SWT. Sebab, kasih sayang kepada hewan juga dapat menjadi bagian dari akhlak mulia yang memiliki nilai ibadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Berita Terkini