Road Race 2026 di Rejang Lebong Diikuti 414 Starter, Pebalap Luar Provinsi Turut Ambil Bagian
WARTAMEDIA.ID – Ajang M Zhafran Mobilindo X Eko Cell Open Road Race Championship 2026 memperebutkan Piala Kepala SPN Polda Bengkulu resmi digelar di Sirkuit Non Permanen Terminal Simpang Nangka, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Kejuaraan balap motor yang berlangsung di lintasan tersebut mendapat sambutan meriah dari para pebalap. Sedikitnya 414 starter dengan 194 peserta tercatat ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan 25 kelas.
Tak hanya diramaikan pebalap dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, ajang ini juga menarik peserta dari luar daerah. Sejumlah pebalap tercatat datang dari Jambi, Lampung, Palembang hingga Jawa Barat.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Rejang Lebong Titin Verayensih, SKM., MKM., Kepala SPN Polda Bengkulu Kombes Pol. Muhammad Islam Amarullah, S.I.K., M.M., Dirlantas Polda Bengkulu Kombes Pol. Mochammad Hasan, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Rejang Lebong sekaligus Ketua IMI Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Ketua IMI Provinsi Bengkulu Riqo Syahputra, Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady, S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Sirkuit Simpang Nangka Dua Kali Gelar Road Race
Ketua IMI Provinsi Bengkulu Riqo Syahputra mengatakan, Sirkuit Non Permanen Terminal Simpang Nangka sepanjang 2026 telah dua kali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan road race.
Menurutnya, kegiatan tersebut sebelumnya telah dilaksanakan pada Februari dan kembali digelar pada September 2026.
“Kita berharap kegiatan bisa kita gelar rutin dan dapat diselenggarakan di putaran selanjutnya,” ujar Riqo.
Ia menyebut tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu indikator positif terhadap perkembangan olahraga otomotif di Rejang Lebong. Hal itu terlihat dari jumlah penonton maupun peserta yang berasal dari luar Provinsi Bengkulu.
“Kita melihat masyarakat antusias menyaksikan balapan, bahkan pesertanya juga selain diikuti dalam wilayah Provinsi Bengkulu namun dari luar daerah juga,” katanya.
Riqo menilai kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan Kabupaten Rejang Lebong mulai semakin dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi untuk menjadi lokasi penyelenggaraan kompetisi balap motor.
“Artinya Rejang Lebong sudah mulai banyak diminati juga dari luar provinsi. Kita berharap makin banyak peserta dari luar daerah yang ikut serta ke depannya,” lanjutnya.
Jadi Wadah Bakat Pebalap Muda
Selain menjadi ajang kompetisi, penyelenggaraan road race secara resmi dinilai penting sebagai wadah bagi generasi muda yang memiliki minat terhadap dunia otomotif.
Riqo mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan harapan Dirlantas Polda Bengkulu dan Kepala SPN Polda Bengkulu agar anak-anak muda dapat menyalurkan kemampuan mereka melalui ajang balap yang resmi dan terorganisasi.
Menurutnya, keberadaan kompetisi resmi juga diharapkan mampu menekan potensi aksi balap liar yang dapat membahayakan pebalap maupun pengguna jalan lainnya.
Berawal dari Keprihatinan terhadap Balap Liar
Kepala SPN Polda Bengkulu Kombes Pol. Muhammad Islam Amarullah mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan tersebut salah satunya dilatarbelakangi kepedulian terhadap fenomena balap liar yang masih terjadi di kalangan anak muda.
Islam Amarullah mengaku memiliki ketertarikan terhadap olahraga balap motor. Saat bertugas di Sulawesi, ia bahkan pernah aktif sebagai pebalap.
“Saya bangga sekali. Kebetulan saya di Sulawesi juga alhamdulillah aktif sebagai ex-rider, walaupun ecek-ecek. Ecek-ecek kalau orang Medan bilang ya, yang penting bisa ngegas, ngerem,” ujarnya dengan suasana akrab.
Ia mengungkapkan, persoalan balap liar di Rejang Lebong perlu disikapi secara bersama-sama. Terlebih, aksi balap liar dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan bahkan merenggut nyawa.
“Disikapi oleh seringnya anak-anak muda yang balap liar. Ada kejadian juga, ada yang laka, ada yang meninggal, dan sebagainya. Akhirnya merasa saya sebagai warga Curup, warga Bengkulu, terpanggil,” jelasnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, pihaknya bersama insan otomotif di Rejang Lebong, termasuk M Zhafran Mobilindo dan Eko Cell, serta mendapat dukungan dari Ketua IMI Provinsi Bengkulu, mendorong digelarnya kejuaraan balap motor secara resmi.
“Kami harapkan event ini dapat memberikan sarana yang baik untuk balapan, karena ini termasuk sirkuit yang sangat proper untuk balapan,” katanya.
Diharapkan Digelar Rutin di Bengkulu
Islam Amarullah berharap kejuaraan road race tidak berhenti pada satu event. Menurutnya, kegiatan serupa perlu digelar secara rutin di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu sehingga semakin banyak anak muda memiliki ruang untuk mengembangkan bakatnya.
“Kita harapkan diadakan secara rutin, baik di Curup, di Lebong, maupun di tempat lain. Atau di Sirkuit Pantai Panjang juga, karena kangen juga main di sirkuit permanen,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk mengutamakan sportivitas dan keselamatan selama mengikuti perlombaan.
“Selamat berlomba, utamakan sportivitas, jaga keselamatan, karena keluarga,” pesannya.

Pemkab Rejang Lebong Apresiasi Kejuaraan
Mewakili Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Rejang Lebong Titin Verayensih menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kejuaraan tersebut.
“Atas nama Pemkab Rejang Lebong, kami mengapresiasi kepada panitia dan pihak yang terlibat dalam kegiatan,” ujar Titin.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, lanjutnya, juga menyambut baik kehadiran para pebalap yang datang dari berbagai wilayah, termasuk peserta dari luar Provinsi Bengkulu.
“Kami juga mengucapkan selamat datang pebalap, baik dari dalam maupun luar Provinsi Bengkulu,” katanya.
Menurut Titin, kepercayaan menjadikan Rejang Lebong sebagai tuan rumah kejuaraan yang diikuti ratusan starter merupakan hal yang patut diapresiasi. Selain memberikan hiburan bagi masyarakat, event tersebut juga dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga otomotif di daerah.
“Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Rejang Lebong, patut berbangga menjadi tuan rumah balapan ini,” ungkapnya.
Ia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda, sekaligus membuka peluang lahirnya pebalap-pebalap berprestasi dari Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu.
“Kita berharap ajang ini dapat melahirkan pebalap-pebalap hebat di tempat dan ajang resmi balapan ini. Dan kegiatan ini berjalan lancar, sportif, serta tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Dengan 414 starter yang ambil bagian dan peserta dari sejumlah provinsi, M Zhafran Mobilindo X Eko Cell Open Road Race Championship 2026 menjadi salah satu ajang yang turut memperkuat geliat olahraga otomotif di Kabupaten Rejang Lebong. Ke depan, keberadaan event resmi seperti ini diharapkan semakin membuka ruang bagi generasi muda untuk berprestasi sekaligus menyalurkan hobi balap secara aman dan terarah. (Anak Abah)

Tinggalkan Balasan