Selasa, 08 September 2026
MENU
Breaking News

Meriahkan Gebyar Semarak Merah Putih, Pemkab Rejang Lebong Gandeng Konten Kreator

Reporter: Anak Abah | Editor: Anak Ibu

WARTAMEDIA.ID Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong mulai mengintensifkan promosi Gebyar Semarak Merah Putih yang akan digelar di Kota Curup pada 1 hingga 10 November 2026. Salah satu strategi yang ditempuh adalah menggandeng para konten kreator lokal untuk memperluas gaung kegiatan melalui media sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Plt Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong, dr. Melka Novera Sari, SpN, saat bertemu sekitar 100 konten kreator Rejang Lebong di Rumah Dinas Plt Bupati Rejang Lebong, Selasa 8 September 2026
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan para kreator digital untuk membangun kolaborasi dalam memperkenalkan rangkaian kegiatan kepada masyarakat, baik di dalam maupun luar Kabupaten Rejang Lebong.

Konten Kreator Jadi Ujung Tombak Promosi

Melka menilai keberadaan konten kreator memiliki peran strategis dalam memperkenalkan Gebyar Semarak Merah Putih. Dengan jumlah pengikut dan jangkauan yang dimiliki masing-masing kreator, informasi mengenai festival dinilai dapat menyebar lebih cepat dan menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.
Karena itu, ia mengajak para konten kreator untuk memanfaatkan kreativitas masing-masing dalam mengemas berbagai informasi seputar kegiatan. Mulai dari jadwal acara, lokasi pelaksanaan, berbagai perlombaan, pertunjukan seni, hingga keunikan festival dapat dikemas menjadi konten yang menarik.
“Saya berharap rekan-rekan konten kreator dapat menjadikan Festival Semarak Merah Putih viral secara positif melalui platform media sosial yang dimiliki. Mulai dari jadwal acara, lokasi hingga keunikan festival dengan kreativitas masing-masing, sehingga festival ini mendapat perhatian masyarakat dalam dan luar daerah,” ujar Melka.
Menurutnya, para konten kreator bukan sekadar membantu menyebarkan informasi acara. Mereka juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan wajah Rejang Lebong kepada publik melalui berbagai potensi yang dimiliki daerah.
Promosi dapat diarahkan tidak hanya pada kegiatan festival, tetapi juga pada pariwisata, budaya, kuliner, produk UMKM serta berbagai aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.
Melka mengingatkan agar seluruh konten yang diproduksi tetap mengedepankan narasi positif. Ia berharap momentum festival tidak justru diwarnai konten yang memicu perdebatan atau polemik negatif.
“Tunjukkan bahwa masyarakat Rejang Lebong merupakan masyarakat yang ramah, kreatif dan kondusif. Fokus kita adalah menyebarkan semangat nasionalisme, kegembiraan dan kebanggaan masyarakat Rejang Lebong,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri untuk menyukseskan agenda besar tersebut. Dukungan masyarakat, pelaku usaha, komunitas dan khususnya konten kreator sangat diperlukan agar pesan dan semangat Gebyar Semarak Merah Putih dapat menjangkau lebih banyak orang.

Bukan Sekadar Festival Hiburan

Melka menjelaskan, Gebyar Semarak Merah Putih dirancang bukan hanya sebagai kegiatan hiburan bagi masyarakat. Festival tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebudayaan sekaligus membuka peluang bagi sektor pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif.
Beragam agenda yang disiapkan selama 10 hari diharapkan mampu menarik masyarakat untuk datang dan beraktivitas di pusat Kota Curup. Kehadiran pengunjung juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, pedagang, pelaku seni dan berbagai sektor usaha lainnya.
Dengan demikian, promosi melalui media sosial menjadi penting agar masyarakat mengetahui rangkaian agenda sejak jauh hari dan dapat ikut berpartisipasi.

Plt Ketua TP PKK Rejang Lebong Bersama Konten Kreator
Plt Ketua TP PKK Rejang Lebong Bersama Konten Kreator

Pemkab dan Kreator Dibangun sebagai Mitra

Sementara itu, Asisten I Setdakab Rejang Lebong Bobby Harpa Santana menegaskan bahwa pertemuan pemerintah daerah dengan konten kreator merupakan bagian dari strategi kolaborasi, bukan instruksi sepihak.
Menurut Bobby, pemerintah ingin membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan para kreator yang selama ini memiliki peran besar dalam membentuk informasi dan promosi daerah di ruang digital.
“Pertemuan kita ini bersifat kolaboratif, interaktif, strategic planning dan nonpolitis. Jadi, pertemuan ini tidak terkesan sebagai instruksi pemerintah kepada para konten kreator, melainkan sebagai upaya membangun komunikasi sebagai wadah promosi potensi daerah,” jelas Bobby.
Ia menekankan, hubungan antara pemerintah dan konten kreator harus ditempatkan sebagai kemitraan. Tidak ada posisi atas maupun bawah, melainkan pembagian peran sesuai kapasitas masing-masing.
Pemkab memiliki program dan potensi daerah yang dapat diperkenalkan, sedangkan konten kreator memiliki kreativitas, jaringan serta kemampuan memanfaatkan berbagai platform digital untuk menyampaikan pesan tersebut kepada publik.
Kolaborasi itu nantinya dapat mencakup promosi sektor pariwisata, pendidikan, UMKM, budaya, kuliner, kegiatan sosial hingga ekonomi kreatif.
Bobby juga menilai komunikasi dua arah menjadi kunci. Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi mengenai agenda yang telah disusun, tetapi juga membuka kesempatan bagi para konten kreator untuk memberikan ide, saran dan masukan.
Dalam perencanaan promosi, terdapat sejumlah tahapan yang perlu diperhatikan, mulai dari menentukan ide dan konsep, merancang bentuk konten, menentukan pihak yang terlibat, memilih media publikasi, melaksanakan kegiatan hingga melakukan evaluasi.

Ini Jadwal Gebyar Semarak Merah Putih

Gebyar Semarak Merah Putih akan berlangsung selama 10 hari, mulai Minggu, 1 November hingga Selasa, 10 November 2026. Beragam kegiatan telah disiapkan untuk menyasar berbagai kelompok masyarakat.
Pada Minggu, 1 November, rangkaian kegiatan dimulai dengan acara pembukaan pada pukul 19.00 WIB.
Kemudian Senin, 2 November, agenda dilanjutkan dengan lomba mewarnai tingkat TK/PAUD dan lomba qasidah.
Selasa, 3 November, masyarakat akan disuguhkan lomba baris-berbaris kreasi tingkat SMP-SMA serta pentas seni lintas daerah.
Selanjutnya pada Rabu, 4 November, digelar pentas kuda kepang dan festival band.
Pada Kamis, 5 November, rangkaian kegiatan semakin semarak dengan sound etnik horeg, Karnaval Merah Putih dan fashion show etnik.
Memasuki Jumat, 6 November, kegiatan diisi dengan fun walk, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pentas inklusif disabilitas, turnamen sepak bola, lomba senam kreasi serta cipta lagu daerah.
Sementara Sabtu, 7 November, terdapat fun run, turnamen sepak bola, bazar pasar murah, pelatihan UMKM digital, riding motor klasik, pameran motor serta orkes jadul.
Pada Minggu, 8 November, kegiatan berlanjut dengan turnamen sepak bola, festival drumband tingkat TK/PAUD hingga SD serta pentas lagu dangdut.
Kemudian Senin, 9 November, masyarakat dapat mengikuti festival drumband tingkat SMP, SMA dan SMK, workshop coffee dan barista serta aransemen lagu daerah.
Seluruh rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih tersebut akan ditutup pada Selasa, 10 November 2026.
Dengan melibatkan sekitar 100 konten kreator dalam tahap awal kolaborasi, Pemkab Rejang Lebong berharap promosi festival dapat bergerak lebih luas dan kreatif. Media sosial diharapkan menjadi etalase digital yang memperlihatkan semarak kegiatan sekaligus potensi Kabupaten Rejang Lebong.
Pada akhirnya, keberhasilan Gebyar Semarak Merah Putih tidak hanya diukur dari ramainya acara, tetapi juga dari seberapa besar kegiatan tersebut mampu meninggalkan dampak positif bagi daerah. Mulai dari meningkatnya kunjungan wisata, bergeraknya transaksi UMKM, semakin dikenalnya produk lokal hingga tumbuhnya kebanggaan masyarakat terhadap budaya dan potensi Rejang Lebong.
Dengan kolaborasi pemerintah dan konten kreator, Gebyar Semarak Merah Putih diharapkan bukan hanya meriah di Kota Curup, tetapi juga ramai diperbincangkan dan dikenal hingga ke luar daerah. (Anak Abah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Berita Terkini