ADRI Bengkulu Dorong Kampus Berdampak, Hilirisasi Riset dan Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Rejang Lebong
WARTAMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong mendorong semakin kuatnya kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah. Dukungan itu ditunjukkan melalui pelaksanaan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) Provinsi Bengkulu yang digelar di Kabupaten Rejang Lebong.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Yayasan Pat Petulai, Sabtu 12 September 2026. Seminar nasional sekaligus Rakerda II ADRI Bengkulu itu mengangkat tema “Kampus Berdampak: Meningkatkan Daya Saing Bangsa melalui Hilirisasi Riset, Kepemimpinan dan Kewirausahaan”.
Tema tersebut menempatkan perguruan tinggi bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat dan pembangunan. Kampus diharapkan mampu menghasilkan riset yang tidak berhenti di lingkungan akademik, melainkan dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi daerah.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Zakaria Effendi, M.Pd., Sekretaris Universitas Pat Petulai (UPP) Herwin Wijaya Kusuma, M.Pd.I., jajaran dosen, mahasiswa, pengurus ADRI Provinsi Bengkulu serta sejumlah tamu undangan.
Sekitar 120 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu turut mengikuti seminar tersebut. Mereka berasal dari Universitas Pat Petulai (UPP) Curup, Universitas Hazairin (UNIHAZ), Universitas Dehasen, STIA Bengkulu, IAIN Curup, Poltek Raflesia, UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS), serta Akademi Komunitas Rejang Lebong (AKREL).
Kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membuat forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan lintas kampus. Peserta tidak hanya mendapatkan materi akademik, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai tantangan dunia kerja, pengembangan inovasi, kepemimpinan hingga peluang kewirausahaan.
Sejumlah akademisi dan tokoh pendidikan turut menjadi narasumber. Prof. Dr. H. R. Partino, M.Pd., Ketua Dewan Pembina DPP ADRI sekaligus Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menyampaikan materi mengenai penguatan sumber daya manusia (SDM).
Ia menekankan pentingnya membangun SDM yang unggul, memiliki karakter kuat, sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan dan tantangan global yang terus berkembang.
Materi berikutnya disampaikan Prof. Dr. Hj. Eri Sarimanah, M.Pd., Sekretaris Jenderal DPP ADRI sekaligus Wakil Rektor I dan Guru Besar Universitas Pakuan (UNPAK) Bogor. Ia membahas strategi hilirisasi hasil riset dan inovasi perguruan tinggi agar mampu memberikan dampak terhadap peningkatan daya saing bangsa.
Hilirisasi riset menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Pasalnya, berbagai penelitian yang dihasilkan akademisi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi inovasi, produk maupun solusi yang dapat digunakan oleh pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Rektor Universitas Pat Petulai, Dr. Rahiman Dani, MA, juga mengangkat isu penting mengenai kolaborasi quadruple helix. Konsep tersebut menempatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sebagai empat unsur yang perlu bergerak bersama dalam membangun ekosistem inovasi.
Selain ketiga narasumber tersebut, seminar juga menghadirkan Dr. Arifah Hidayati, SE., MM. dari UNIHAZ, Dr. Rita Prima Bendriyanti, M.Si. dari Universitas Dehasen, Dr. Rahmat Al Hidayat, SE., M.Ec.Dev. dari STIA Bengkulu, serta Dr. Sumarto, M.Pd.I., selaku Ketua ADRI Provinsi Bengkulu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Zakaria Effendi mengapresiasi pelaksanaan Seminar Nasional dan Rakerda II DPD ADRI Provinsi Bengkulu di daerah tersebut.
Menurut Zakaria, forum tersebut tidak semata menjadi agenda organisasi, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk melahirkan gagasan yang bisa mendukung pembangunan Kabupaten Rejang Lebong.
“Harapan kita dari seminar dan Rakerda yang kedua ini melahirkan program-program kerja daripada perkumpulan ADRI ini, sehingga bisa memberi sumbangsih, masukan dan pemikiran untuk pembangunan Kabupaten Rejang Lebong berikutnya menuju Rejang Lebong yang bahagia dan istimewa,” ujar Zakaria.
Ia menilai keterlibatan kalangan akademisi sangat penting dalam pembangunan daerah. Perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia, pengetahuan serta hasil penelitian yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan.
Karena itu, Zakaria berharap ADRI dapat mengambil peran lebih besar dalam memberikan masukan dan pemikiran strategis kepada pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membantu menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain berbicara mengenai pembangunan daerah, Zakaria juga menaruh perhatian terhadap mahasiswa yang mengikuti seminar. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan mahasiswa di luar materi perkuliahan.
“Harapan kita, kegiatan ini menjadi wadah yang bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mahasiswa dalam rangka meningkatkan kompetensi untuk menghadapi dunia kerja, khususnya, dan juga untuk kemajuan Rejang Lebong pada umumnya,” tambahnya.
Menurut dia, peningkatan kompetensi mahasiswa menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, kreativitas dan keberanian mengembangkan peluang usaha.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Yayasan Pat Petulai dan Universitas Pat Petulai sebagai tuan rumah. Sekretaris UPP Herwin Wijaya Kusuma mengatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung pelaksanaan Seminar Nasional dan Rakerda II DPD ADRI Provinsi Bengkulu.
“Kami dari Yayasan Pat Petulai dan Universitas Pat Petulai pada prinsipnya mendukung kegiatan yang dilaksanakan hari ini. Semoga memberikan kontribusi yang baik untuk Rejang Lebong dan memberikan sinergi yang baik antara dunia pendidikan dengan pemerintah daerah,” kata Herwin.
Herwin berharap kegiatan berskala nasional tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi kalangan akademisi dan mahasiswa. Lebih dari itu, agenda tersebut diharapkan mampu membawa dampak positif bagi Kabupaten Rejang Lebong secara lebih luas.
Salah satu peluang yang dinilai dapat dimanfaatkan adalah memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada peserta yang datang dari luar Kabupaten Rejang Lebong. Dengan adanya kegiatan berskala nasional, semakin banyak pihak yang berkesempatan mengenal potensi wisata dan kekayaan daerah.
“Mudah-mudahan membawa dampak yang baik untuk Rejang Lebong. Kita harapkan juga potensi dan wisata dapat diperkenalkan karena kegiatan ini sifatnya nasional,” ujarnya.
Harapan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Kehadiran peserta dari berbagai perguruan tinggi dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya serta potensi lain yang dimiliki Rejang Lebong.

Pada akhirnya, Seminar Nasional dan Rakerda II DPD ADRI Provinsi Bengkulu menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.
Konsep “kampus berdampak” yang diusung dalam kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan lulusan. Kampus dapat menjadi sumber gagasan, pusat riset, penghasil inovasi sekaligus mitra pemerintah dalam menjawab persoalan pembangunan.
Melalui kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, berbagai potensi daerah diharapkan dapat dikembangkan secara lebih terarah.
Bagi Kabupaten Rejang Lebong, sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas SDM, mendorong pemanfaatan hasil riset, membuka ruang bagi inovasi dan kewirausahaan, sekaligus menghasilkan rekomendasi pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan demikian, semangat kampus berdampak tidak berhenti pada forum seminar dan Rakerda, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja nyata melalui program, riset dan kolaborasi yang mendukung terwujudnya Rejang Lebong yang bahagia dan istimewa.

Tinggalkan Balasan