Minggu, 13 September 2026
MENU
Breaking News

Gus Baha Ungkap Amalan Surah untuk Rezeki, Dibaca Sebanyak Ini Setiap Hari

WARTAMEDIA.ID – Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim menjadi salah satu ulama yang banyak mendapat perhatian dan dicintai masyarakat Indonesia. Kajian yang disampaikannya kerap membahas berbagai persoalan kehidupan dengan sudut pandang Al-Qur’an, tafsir, dan ilmu fikih.

Ceramah Gus Baha juga banyak beredar di berbagai platform media sosial. Tidak sedikit potongan kajiannya yang kembali dibagikan masyarakat karena berisi nasihat tentang kehidupan, ibadah, hingga cara seorang Muslim memaknai rezeki.

Dalam salah satu ceramahnya yang diunggah melalui kanal YouTube INI MEDIA DAKWAH, Gus Baha membahas mengenai rezeki sekaligus amalan yang dapat dilakukan umat Islam.

Ia menjelaskan bahwa rezeki merupakan karunia dari Allah SWT yang diberikan kepada seluruh makhluk di muka bumi. Karena itu, menurut Gus Baha, manusia tidak seharusnya memaknai rezeki hanya sebatas uang atau kekayaan.

“Rezeki tak melulu harta benda, namun juga bisa berupa anak, umur yang panjang, kesehatan dan kebahagiaan hidup,” terang Gus Baha.

Menurutnya, masih banyak orang yang memiliki pandangan sempit mengenai rezeki. Sebagian orang menganggap bahwa rezeki yang paling utama adalah uang atau harta yang dapat dilihat secara langsung.

Padahal, jika dipahami lebih luas, banyak bentuk kenikmatan yang sebenarnya termasuk rezeki. Kesehatan, keluarga, umur, ketenangan hati, hingga kebahagiaan dalam menjalani kehidupan juga merupakan karunia yang patut disyukuri.

Dalam kajian tersebut, Gus Baha juga menyampaikan tentang amalan membaca salah satu surah dalam Al-Qur’an yang dapat dijadikan wirid. Surah yang dimaksud adalah Surah Yasin.

Gus Baha menjelaskan bahwa Surah Yasin berada di bagian akhir juz 22 dan awal juz 23. Menurutnya, surah tersebut dapat diamalkan secara rutin sebagai wirid.

Ia menyebut pembacaan Surah Yasin sebanyak 41 kali sebagai salah satu amalan yang dibahas dalam ceramahnya. Konsistensi menjadi hal yang ditekankan, terutama bagi orang yang ingin menjadikan bacaan tersebut sebagai rutinitas ibadah.

“Keberkahan akan mendatangi kita bila kita mengamalkan amalan wirid surah ini selama bertahun-tahun,” tambahnya.

Gus Baha kemudian menyampaikan bahwa membaca Yasin secara rutin memiliki nilai tersendiri bagi orang yang istiqamah mengamalkannya.

“Apalagi wiridan Yasin sebanyak 41 kali yang tekun sekali, benar-benar keramat orang yang membaca Yasin 41 kali,” terang Gus Baha.

Namun, pembahasan Gus Baha tidak berhenti pada persoalan mendapatkan rezeki dalam bentuk materi. Ia justru mengingatkan agar umat Islam tidak menjadikan Al-Qur’an semata-mata sebagai sarana untuk mengejar kekayaan.

Menurut Gus Baha, Al-Qur’an diturunkan bukan hanya agar manusia mendapatkan kehidupan dunia yang berlimpah. Lebih dari itu, Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi manusia agar tetap berada di jalan yang lurus.

Karena itu, membaca Al-Qur’an harus dipahami sebagai bagian dari ibadah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sementara persoalan rezeki menjadi bagian dari karunia yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.

Amalan Surah dari Gus Baha untuk Mendatangkan Rezeki
Amalan Surah dari Gus Baha untuk Mendatangkan Rezeki

Gus Baha juga mengingatkan bahwa keberuntungan, rezeki, maupun kekayaan dalam bentuk harta benda yang melimpah pada dasarnya merupakan titipan. Semua itu bukan tujuan utama kehidupan seorang Muslim.

Harta yang dimiliki manusia pada akhirnya harus dipandang sebagai amanah. Begitu pula dengan berbagai kenikmatan lain yang diterima dalam kehidupan.

Ia kembali menegaskan bahwa rezeki memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar uang. Seseorang yang memiliki kesehatan, keluarga harmonis, anak-anak yang saleh dan salehah, serta kehidupan yang bahagia juga mendapatkan rezeki yang tidak kalah berharga.

Dengan pemahaman tersebut, seseorang tidak akan mudah merasa kekurangan hanya karena belum memiliki harta melimpah. Sebaliknya, ia akan lebih mudah melihat berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT dan mensyukurinya.

“Jadi pandangan terhadap rezeki dan luasnya rezeki tidak sempit pada hal-hal materil berupa uang dan kekayaan saja,” jelasnya.

Pesan Gus Baha tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya mengejar kekayaan dunia. Rezeki memang perlu diusahakan, tetapi keberkahan dan rasa syukur juga menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan.

Amalan membaca Surah Yasin yang disampaikan Gus Baha pun dapat dipandang sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan membaca Al-Qur’an secara rutin, umat Islam diharapkan tidak hanya berharap mendapatkan kelapangan rezeki, tetapi juga memperoleh petunjuk dan ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Pada akhirnya, luasnya rezeki bukan hanya dapat diukur dari banyaknya uang dan harta yang dimiliki. Kesehatan, umur yang bermanfaat, keluarga yang harmonis, kebahagiaan, serta anak-anak yang saleh dan salehah juga merupakan bentuk rezeki yang patut disyukuri.

Karena itu, selain berusaha dan berdoa, penting bagi setiap Muslim untuk memperluas cara pandang terhadap rezeki. Dengan begitu, berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT dapat disadari, dijaga, dan disyukuri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Berita Terkini