Kebakaran Hanguskan Rumah di Rejang Lebong, Seorang Balita Jadi Korban

WARTAMEDIA.ID – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Gang Rukun, Kelurahan Timbul Rejo, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Kebakaran yang terjadi pada Jumat 30 Oktober 2026 dini hari tidak hanya menghanguskan rumah permanen milik warga, tetapi juga merenggut nyawa seorang bayi berusia satu tahun berinisial MK.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Korban yang saat itu masih tertidur di dalam kamar diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api dengan cepat membesar dan melalap bagian rumah.
Musibah ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. Di tengah upaya warga dan petugas memadamkan api, keluarga harus menerima kenyataan pahit kehilangan seorang anak yang masih sangat kecil.
Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M Hasan Basri, SH, membenarkan peristiwa kebakaran yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia tersebut.
Api Pertama Kali Diketahui Tetangga
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Ismunandar (58), saat hendak mengambil air wudu untuk melaksanakan salat Subuh.
Sebelum melihat kobaran api, saksi mengaku mencium bau seperti sesuatu yang terbakar. Merasa curiga, ia kemudian keluar rumah untuk memastikan sumber bau tersebut.
Betapa terkejutnya saksi ketika melihat api sudah membesar dari bagian belakang rumah korban, tepatnya di sekitar dapur.
“Melihat api sudah membesar, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga kemudian berdatangan dan berupaya memadamkan api sekaligus mencoba masuk ke rumah untuk menyelamatkan penghuninya,” jelas AKP M Hasan Basri.
Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar segera berdatangan ke lokasi. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari berupaya menyelamatkan penghuni rumah.
Warga sempat menggedor dan berusaha mendobrak pintu rumah. Namun, tidak ada jawaban dari dalam rumah saat mereka berusaha meminta penghuni untuk keluar.
Di tengah situasi yang semakin genting, seorang anak berusia sembilan tahun yang berada di dalam rumah berhasil keluar ketika warga berupaya membuka pintu.
Namun, warga saat itu belum mengetahui bahwa masih ada seorang bayi berinisial MK yang tertidur di dalam kamar.

Keluarga Datang dan Mendapati Bayi Masih di Dalam Rumah
Menurut keterangan yang diterima kepolisian, saat kebakaran terjadi, ibu korban bersama nenek dan kakaknya sedang pergi ke pasar. Sementara itu, pemilik rumah diketahui sedang menginap di kebun.
Tidak lama setelah kejadian, pemilik rumah bersama anggota keluarga lainnya tiba di lokasi. Suasana duka semakin terasa ketika mereka mengetahui bahwa MK masih berada di dalam kamar rumah yang dilalap api.
Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut langsung histeris. Warga dan petugas kemudian berupaya melakukan penanganan secepat mungkin di tengah kobaran api yang masih membakar bangunan.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga dan anggota Polres Rejang Lebong segera melakukan upaya pemadaman. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah berjibaku selama sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIB. Namun, di balik keberhasilan petugas mengendalikan kebakaran, ditemukan kenyataan yang sangat memilukan.
“Sekitar pukul 05.30 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan. Setelah dilakukan pengecekan di dalam rumah, petugas bersama warga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di bagian tengah rumah, tepatnya di kamar korban. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkapnya.
Kepergian MK menjadi kehilangan yang sangat berat bagi keluarga. Usia korban yang masih satu tahun membuat peristiwa ini menjadi perhatian dan menyisakan duka bagi warga sekitar.
Penyebab Kebakaran Masih Didalami
Terkait penyebab kebakaran, AKP M Hasan Basri menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi, api diduga berasal dari bagian belakang rumah, tepatnya di sekitar area dapur.
Sementara itu, penyebab kebakaran untuk sementara diduga akibat korsleting listrik. Meski demikian, kepolisian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya api.
“Untuk penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, berdasarkan keterangan awal saksi, api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah atau tepatnya di area dapur,” pungkasnya.
Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah permanen mengalami kebakaran dengan kerugian materiel yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah, termasuk memastikan jaringan kabel dan peralatan listrik dalam keadaan aman.
Di balik imbauan kewaspadaan tersebut, peristiwa ini juga menyisakan pesan kemanusiaan. Kehilangan seorang anak dalam musibah kebakaran tentu bukan hal mudah untuk diterima oleh keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan dukungan dalam menghadapi masa duka ini.







Tinggalkan Balasan