Biaya Pemulangan Jenazah PMI Rejang Lebong Capai Rp150 Juta, Pemprov dan Pemkab Siap Berkolaborasi

WARTAMEDIA.ID – Harapan keluarga Hermansyah dan Vidia untuk membawa pulang jenazah putra mereka, Rizki Ade Putra (26), dari Osaka, Jepang, mulai menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berkolaborasi membantu pembiayaan pemulangan jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) tersebut yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kepastian itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri SSTP MSi, saat mendatangi rumah duka di Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang, Selasa 13 Oktober 2026.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut bukan sekadar untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memastikan upaya pemulangan jenazah Rizki terus berjalan. Bagi keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, biaya sebesar itu menjadi beban berat di tengah kesedihan kehilangan anak tercinta.
Hendri datang bersama Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady SIK MH, Ketua Pengadilan Negeri Surtiyono SH MH, Asisten I Bobby Harpa Santana SSTP MSi, Kepala Disnakertrans M. Andhy Afrianto SE, Kepala Dinas Sosial Dr. Hambali, Camat Selupu Rejang Mailinda, perwakilan Baznas, pengelola LPK Semanggi, lurah, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Di hadapan keluarga, Hendri menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan pemerintah daerah terus mengurus proses administrasi dan koordinasi lintas instansi untuk memperlancar pemulangan jenazah.
“Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Rizki Ade Putra meninggal dunia di Jepang. Secara administrasi sudah diurus oleh Disnaker, dibantu OPD dan pihak terkait. Untuk pemulangan, insyaallah tidak ada lagi halangan,” ujar Hendri.
Telepon Gubernur, Biaya Pemulangan Diupayakan Bersama
Upaya mencari solusi atas besarnya biaya pemulangan jenazah dilakukan langsung oleh Plt Bupati Hendri saat berada di rumah duka. Ia menghubungi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melalui sambungan telepon untuk membahas bantuan bagi keluarga Rizki.
Setelah komunikasi tersebut, Hendri menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan berkolaborasi membantu biaya pemulangan jenazah hingga tiba di rumah duka di Kelurahan Air Duku.
“Tadi saya juga sudah menelepon Gubernur Bengkulu. Beliau turut menyampaikan belasungkawa. Nanti Pemprov bersama Pemkab berkolaborasi membantu biaya kepulangan almarhum sampai ke rumah duka di Air Duku, Rejang Lebong,” kata Hendri.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang sebelumnya dihadapkan pada perkiraan biaya pemulangan mencapai Rp150 juta.
Bagi keluarga Hermansyah, bantuan itu bukan sekadar persoalan pembiayaan. Ada harapan besar agar Rizki dapat segera kembali ke kampung halaman dan mendapatkan penghormatan terakhir di tengah keluarga.
Dengan penuh haru, Hermansyah menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap musibah yang menimpa keluarganya.
“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Dewan, dan seluruh pihak terkait atas kepeduliannya terhadap almarhum anak kami,” ungkap Hermansyah.

Anak Buruh Tani yang Merantau ke Jepang
Rizki merupakan putra pasangan Hermansyah dan Vidia, warga Kelurahan Air Duku. Kedua orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan mengandalkan penghasilan dari pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Rizki merantau ke Jepang dengan harapan memulai perjalanan baru melalui pekerjaan di sektor perhotelan. Namun, harapan tersebut berubah menjadi duka ketika ia dilaporkan meninggal dunia di Osaka pada Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan keterangan pengelola LPK Semanggi, Iswadi, Rizki bekerja di bidang building cleaning di Citadines Hotel, kawasan Namba, Osaka.
Pekerjaannya meliputi penataan tempat tidur atau bed making serta membersihkan kamar hotel.
Kepergian Rizki menjadi kehilangan mendalam bagi keluarganya. Di tengah kesederhanaan hidup, keluarga kini harus menghadapi kenyataan bahwa anak mereka meninggal dunia jauh dari kampung halaman.
Harapan keluarga saat ini tertuju pada proses pemulangan yang sedang diupayakan bersama oleh pemerintah dan pihak terkait.
Pemulangan Jenazah Masih Menunggu Penyelesaian Administrasi
Pengelola LPK Semanggi, Iswadi, menjelaskan bahwa proses pemulangan jenazah Rizki melibatkan koordinasi antara Pemkab Rejang Lebong, Pemprov Bengkulu, kementerian yang menangani pelindungan pekerja migran Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Iswadi, jenazah dijadwalkan diserahkan dari rumah sakit kepada pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka untuk menjalani proses selanjutnya.
Jenazah juga direncanakan mendapatkan pengurusan fardu kifayah di Jepang oleh masyarakat Muslim di Masjid Istiqlal Osaka.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang sangat luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Pemerintah Provinsi Bengkulu, kementerian terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya, insyaallah proses penanganan jenazah almarhum dapat berjalan,” ujar Iswadi.
Ia mengatakan, setelah pengurusan jenazah dan administrasi selesai, pihak terkait akan menyampaikan informasi mengenai jadwal keberangkatan Rizki dari Jepang menuju Indonesia.
Proses tersebut masih membutuhkan waktu karena harus menyesuaikan kelengkapan dokumen, jadwal penerbangan, dan tahapan lain yang diperlukan dalam pemulangan jenazah lintas negara.
Karena itu, jadwal pasti kedatangan jenazah ke Indonesia hingga tiba di Kabupaten Rejang Lebong masih menunggu konfirmasi dari pihak yang menangani proses tersebut.
Keluarga Menanti Rizki Pulang ke Kampung Halaman
Di rumah sederhana di Kelurahan Air Duku, keluarga Hermansyah dan Vidia masih menanti kabar kepulangan putra mereka. Kesedihan atas kepergian Rizki harus berjalan beriringan dengan harapan agar proses pemulangan segera selesai.
Kehadiran Plt Bupati Hendri bersama jajaran pemerintah daerah memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah menghadapi masa sulit. Sementara itu, komunikasi dengan Gubernur Bengkulu menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas kebutuhan biaya pemulangan yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Melalui kolaborasi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, pembiayaan pemulangan jenazah diupayakan agar Rizki dapat kembali ke tanah kelahirannya tanpa menambah beban berat bagi keluarga.
Kini, keluarga menunggu proses administrasi dan perjalanan dari Jepang diselesaikan. Harapan mereka sederhana: Rizki segera pulang ke Air Duku agar dapat dimakamkan dengan layak dan diantar ke peristirahatan terakhir oleh orang-orang yang mencintainya.







Tinggalkan Balasan