Sabtu, 07 November 2026
◐
MENU
Breaking News

Pemkab Rejang Lebong Gelar Pasar Murah dan Pelatihan Digitalisasi UMKM, 300 Warga Terima Voucher Belanja

Reporter: Anak Abah | Editor: Anak Ibu

WARTAMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong menggelar bazar pasar murah sekaligus pelatihan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih di Lapangan Dwi Tunggal Curup, Sabtu 7 November 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendorong pelaku UMKM lokal meningkatkan kemampuan pemasaran melalui platform digital.

Pasar murah tersebut menyediakan voucher belanja senilai Rp50.000 untuk 300 warga kurang mampu. Penerima voucher merupakan masyarakat yang sebelumnya telah didata melalui kecamatan dan kelurahan.

Selain mendapatkan bantuan voucher, masyarakat umum juga diberi kesempatan berbelanja berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran.

Kegiatan tersebut ditinjau langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., dan dibuka oleh Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Titin Verayensi, SKM., MKM. Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rejang Lebong, Anes Rahman, S.Sos., M.Sos., Kabag Ekonomi Sofan Wahyudi, S.H., S.Si., Apt., M.P.H., serta masyarakat.

bazar pasar murah sekaligus pelatihan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih di Lapangan Dwi Tunggal Curup, Sabtu 7 November 2026.
bazar pasar murah sekaligus pelatihan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih di Lapangan Dwi Tunggal Curup, Sabtu 7 November 2026.

300 Warga Terima Voucher Pasar Murah

Dalam sambutannya, Titin Verayensi menyampaikan bahwa pasar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia mengajak masyarakat yang telah menerima voucher untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dengan membeli berbagai kebutuhan sehari-hari yang telah disediakan.

“Di sebelah sana sudah disediakan pasar murah dengan voucher Rp50.000 untuk 300 orang. Jadi, silakan masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli sembako murah, seperti beras, telur, minyak goreng, cabai, dan kebutuhan lainnya,” ujar Titin.

Selain menyampaikan manfaat pasar murah, Titin juga mengajak masyarakat, termasuk para konten kreator, untuk ikut menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan positif yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Menurutnya, publikasi melalui media sosial dapat membantu masyarakat mengetahui berbagai program pemerintah, termasuk kegiatan sosial dan pelayanan bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Titin juga menegaskan bahwa Pemkab Rejang Lebong terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun daerah.

“Kami pemerintah daerah menerima kritik dan saran yang membangun. Silakan sampaikan dengan etika, baik langsung kepada saya maupun kepada kepala OPD. Kami membuka diri untuk bersama-sama masyarakat membangun Rejang Lebong tercinta,” tegasnya.

bazar pasar murah sekaligus pelatihan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih di Lapangan Dwi Tunggal Curup, Sabtu 7 November 2026.
bazar pasar murah sekaligus pelatihan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih di Lapangan Dwi Tunggal Curup, Sabtu 7 November 2026.

Harga Beras dan Minyak Goreng Lebih Murah

Sementara itu, Kepala Disperindag Rejang Lebong, Anes Rahman, menjelaskan bahwa voucher belanja senilai Rp50.000 diberikan kepada 300 masyarakat kurang mampu yang telah melalui proses pendataan oleh pihak kecamatan dan kelurahan.

“Penerima kupon ini merupakan masyarakat kategori tidak mampu yang sudah didata oleh kecamatan dan kelurahan. Mereka dapat membawa kupon untuk berbelanja di pasar murah,” jelas Anes.

Tidak hanya penerima voucher, masyarakat umum juga bisa memanfaatkan pasar murah untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat.

Anes mencontohkan, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang biasanya dijual sekitar Rp65.000 atau lebih, dalam kegiatan tersebut ditawarkan dengan harga Rp58.000.

Begitu pula minyak goreng yang umumnya dijual pada kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000, tersedia dengan harga Rp15.000.

Menurut Anes, perbedaan harga tersebut diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga masyarakat, terutama di tengah kebutuhan pokok yang menjadi pengeluaran rutin.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat membantu menekan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Karena harga yang lebih murah tentu dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

30 Pelaku UMKM Dibekali Pemasaran Digital

Selain menggelar pasar murah, Disperindag Rejang Lebong juga melaksanakan pelatihan digitalisasi UMKM yang diikuti sebanyak 30 peserta.

Sebagian besar peserta merupakan pelaku UMKM binaan Disperindag yang turut membuka usaha dan menjajakan produk dalam rangkaian kegiatan Semarak Merah Putih.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Disperindag dan Pegadaian. Materi yang diberikan mencakup strategi pemasaran produk melalui media sosial serta informasi mengenai akses permodalan usaha.

Anes Rahman mengatakan, pelatihan ini penting untuk mendorong pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan pemasaran digital sebagai sarana memperluas jangkauan konsumen.

Namun, ia mengingatkan bahwa pemasaran digital harus diimbangi dengan kualitas produk yang baik. Pelaku usaha perlu memperhatikan cita rasa, legalitas, hingga kemasan agar produk memiliki daya saing.

“Kalau ingin memasarkan produk melalui media sosial, kualitas harus menjadi prioritas. Legalitas seperti NIB, PIRT, dan BPOM juga perlu diperhatikan sesuai jenis produknya. Kemudian packaging harus bagus dan menarik,” katanya.

Ia menilai media sosial memiliki peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas. Bahkan, pemasaran tidak lagi terbatas pada wilayah Rejang Lebong, tetapi berpeluang menjangkau pasar nasional hingga mancanegara.

“Harapan kami, UMKM jangan ragu memasarkan produknya melalui media sosial. Yang penting konsisten menjaga mutu, rasa, legalitas, dan kemasan. Dengan begitu, produk UMKM Rejang Lebong bisa semakin dikenal dan berkembang,” tutup Anes.

Melalui kegiatan pasar murah dan pelatihan digitalisasi UMKM tersebut, Pemkab Rejang Lebong berharap dua tujuan dapat dicapai sekaligus, yakni membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal.

Upaya ini juga menjadi bagian dari pemanfaatan momentum Gebyar Semarak Merah Putih untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Berita Terkini