Pemkab Rejang Lebong Berjuang Pulangkan Jenazah Rizki dari Jepang, Keluarga Masih Menanti Kepastian

WARTAMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong terus mengupayakan pemulangan jenazah Rizki Ade Putra (26), pekerja migran Indonesia asal Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang, yang dilaporkan meninggal dunia di Osaka, Jepang.
Di tengah duka yang menyelimuti keluarga, berbagai langkah koordinasi dilakukan agar jenazah Rizki dapat segera dibawa pulang ke kampung halaman. Pemerintah daerah juga masih menunggu informasi resmi dari otoritas Jepang terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rejang Lebong, Muhammad Andi Afrianto, mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah duka di Kelurahan Air Duku sekaligus melakukan klarifikasi kepada pihak Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Semanggi yang memberangkatkan Rizki ke Jepang.
Selain itu, koordinasi telah dilakukan dengan pimpinan daerah, Disnakertrans Provinsi Bengkulu, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Meski demikian, pemerintah daerah masih menunggu laporan resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai penanganan kasus dan proses pemulangan jenazah.
“Koordinasi ke Pemerintah Provinsi sudah kita lakukan, ke KP2PMI juga sudah. Tetapi tetap harus menunggu jawaban dari KJRI. Sampai hari ini, kita belum tahu laporan resminya seperti apa,” kata Andi.

Pemkab Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi
Di tengah upaya pemulangan jenazah, Pemkab Rejang Lebong mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi mengenai penyebab meninggalnya Rizki.
Andi menegaskan, hingga saat ini peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian Jepang. Karena itu, informasi mengenai kronologi maupun penyebab pasti kematian almarhum perlu menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
“Kami harap agar masyarakat dan netizen tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan. Sampai sekarang polisi Jepang masih melakukan penyelidikan. Jadi, belum tahu apa penyebab meninggalnya almarhum,” imbaunya.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menghormati privasi keluarga yang sedang berduka serta tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.
Plt Bupati Pastikan Upaya Pemulangan Berlanjut
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Rizki.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu proses pemulangan jenazah ke Rejang Lebong.
“Atas nama Pemkab Rejang Lebong, kami turut berduka cita yang mendalam. Kami berupaya keras untuk mengembalikan jenazah Rizki. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapat informasi terbaru. Bagaimanapun juga, jenazah almarhum harus kembali ke keluarganya. Mohon doanya,” ujar Hendri.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemulangan dapat berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Pemkab Rejang Lebong berharap komunikasi dengan pemerintah provinsi, KP2MI, KJRI Osaka, dan pihak terkait lainnya segera membuahkan perkembangan sehingga jenazah Rizki dapat dipulangkan.
Keluarga Menanti Kepulangan
Di balik koordinasi antarlembaga tersebut, keluarga Rizki masih menanti kepastian mengenai pemulangan anggota keluarga mereka.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus mengupayakan proses tersebut sembari menunggu informasi resmi dari otoritas Jepang. Selain pemulangan jenazah, kepastian mengenai peristiwa yang merenggut nyawa Rizki juga menjadi hal yang dinantikan keluarga.
Harapannya, seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga Rizki bisa kembali ke tanah kelahirannya dan dimakamkan oleh keluarga di Kabupaten Rejang Lebong.
Untuk saat ini, upaya pemulangan masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut menunggu koordinasi serta informasi resmi dari pihak berwenang.







Tinggalkan Balasan