Produksi Kopi Rejang Lebong Tembus 15,6 Ribu Ton, Robusta Masih Mendominasi
WARTAMEDIA.ID – Produksi kopi di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, terus menunjukkan potensi besar. Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong mencatat produksi kopi jenis robusta dan arabika mencapai 15.610.514 kilogram atau sekitar 15,61 ribu ton sepanjang periode Januari hingga pertengahan 2026.
Produksi tersebut berasal dari perkebunan kopi rakyat yang tersebar di 14 dari total 15 kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong.
Kepala Distankan Rejang Lebong, Suradi Ripai, mengatakan angka produksi tersebut masih berpotensi meningkat karena panen kopi masih berlangsung hingga akhir tahun.
“Terhitung Januari hingga Juli 2026 jumlah produksi biji kopi yang dihasilkan Kabupaten Rejang Lebong mencapai 15.610.514 kg, baik itu kopi jenis robusta maupun arabika. Jumlah ini akan terus bertambah sampai dengan akhir tahun nanti,” kata Suradi di Rejang Lebong, Kamis 17 Juli 2026
Robusta Jadi Penyumbang Terbesar
Dari total produksi tersebut, kopi robusta masih menjadi komoditas yang paling banyak dihasilkan petani Rejang Lebong.
Distankan mencatat produksi kopi robusta mencapai 15.472.824 kg atau sekitar 15,47 ribu ton. Produksi itu berasal dari lahan produktif seluas 19.684 hektare.
Dengan luas lahan tersebut, rata-rata produktivitas kopi robusta tercatat sekitar 786,1 kilogram per hektare.
Secara keseluruhan, luas areal tanam kopi robusta di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 29.089 hektare. Namun, tidak seluruh lahan tersebut saat ini menghasilkan produksi.
Dari total areal tersebut, sekitar 9.405 hektare merupakan tanaman muda yang belum menghasilkan maupun tanaman yang sudah tidak produktif.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk meningkatkan produksi kopi daerah, terutama melalui optimalisasi tanaman produktif dan peremajaan tanaman yang sudah berusia tua atau tidak lagi menghasilkan secara optimal.
Produksi Kopi Arabika Capai 137,69 Ton
Selain robusta, Rejang Lebong juga memiliki perkebunan kopi arabika. Meski luas dan produksinya masih jauh di bawah robusta, komoditas ini tetap menjadi bagian dari potensi perkebunan kopi daerah.
Berdasarkan data Distankan Rejang Lebong, produksi kopi arabika selama periode pencatatan 2026 mencapai 137.690 kg atau sekitar 137,69 ton.
Produksi tersebut berasal dari lahan produktif seluas 245 hektare.
Sementara itu, total areal perkebunan kopi arabika di Rejang Lebong mencapai 550 hektare. Dari luasan tersebut, sebanyak 305 hektare merupakan tanaman baru yang belum masuk dalam kategori tanaman produktif.
Dengan masih banyaknya tanaman muda, produksi kopi arabika di Rejang Lebong berpeluang bertambah ketika tanaman tersebut mulai memasuki masa menghasilkan.

Selupu Rejang Jadi Sentra Kopi Terluas
Perkebunan kopi di Kabupaten Rejang Lebong tersebar hampir di seluruh wilayah. Salah satu daerah yang menjadi sentra perkebunan kopi terbesar adalah Kecamatan Selupu Rejang.
Distankan mencatat luas areal perkebunan kopi di Kecamatan Selupu Rejang mencapai 3.721 hektare.
Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Sindang Beliti Ulu dengan luas perkebunan kopi mencapai 3.151 hektare. Kemudian Kecamatan Sindang Dataran dengan luas areal perkebunan sekitar 2.967 hektare.
Ketiga kecamatan tersebut menjadi wilayah dengan areal perkebunan kopi yang cukup luas dan berperan dalam menopang produksi kopi Kabupaten Rejang Lebong.
Curup Tidak Memiliki Perkebunan Kopi
Meski hampir seluruh wilayah Rejang Lebong memiliki perkebunan kopi, terdapat satu kecamatan yang tidak memiliki areal perkebunan kopi.
Kecamatan Curup tercatat sebagai satu-satunya wilayah yang tidak memiliki perkebunan kopi.
Sementara itu, Kecamatan Curup Tengah menjadi wilayah dengan areal perkebunan kopi paling kecil, yakni sekitar 195 hektare.
Berikutnya Kecamatan Curup Timur dengan luas perkebunan kopi 214 hektare dan Kecamatan Curup Selatan seluas 270 hektare.
Perbedaan luasan tersebut menunjukkan bahwa perkebunan kopi di Rejang Lebong memiliki konsentrasi yang berbeda-beda antarkecamatan, menyesuaikan kondisi geografis serta karakteristik wilayah masing-masing.
Produksi 2025 Capai 19.768,1 Ton
Potensi kopi Rejang Lebong juga terlihat dari capaian produksi pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rejang Lebong, produksi kopi di daerah tersebut sepanjang 2025 mencapai 19.768,1 ton.
Produksi tersebut berasal dari total areal perkebunan kopi seluas 28.472 hektare.
Dengan produksi 2026 yang masih terus berjalan hingga akhir tahun, angka produksi kopi Rejang Lebong masih berpeluang mengalami perubahan.
Besarnya areal perkebunan serta dominasi kopi robusta menjadikan komoditas ini salah satu sektor perkebunan penting bagi masyarakat Rejang Lebong. Sementara keberadaan tanaman muda, baik robusta maupun arabika, membuka peluang tambahan produksi ketika tanaman tersebut mulai memasuki masa produktif.

Tinggalkan Balasan