Mbah Moen Bagikan Amalan Pembuka Rezeki, Baca Setelah Salat
WARTAMEDIA.ID – Rezeki menjadi salah satu hal yang selalu diharapkan setiap orang dalam menjalani kehidupan. Memiliki rezeki yang cukup, halal, berkah, bahkan melimpah tentu menjadi dambaan banyak orang.
Dalam Islam, setiap rezeki telah Allah SWT atur untuk seluruh hamba-Nya. Namun, manusia tetap dianjurkan untuk berusaha dan berdoa sebagai bagian dari ikhtiar dalam mendapatkan rezeki.
Selain bekerja dan berusaha, memperbanyak amalan juga menjadi salah satu cara yang dilakukan umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon kelapangan rezeki.
Salah satu amalan yang pernah disampaikan ulama kharismatik KH Maimun Zubair atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mbah Moen.
Dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube Ziyadatul Khoir, Mbah Moen menjelaskan amalan yang dapat dibiasakan setelah menunaikan salat wajib.
Amalan tersebut berkaitan dengan membaca salah satu Asmaul Husna, yakni Ya Latif.
Mbah Moen menyarankan umat Islam untuk membiasakan membaca lafaz Ya Latif sebanyak 129 kali setelah melaksanakan salat wajib.
Namun, amalan tersebut tidak berhenti pada membaca Ya Latif. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca ayat Al-Quran dari Surah Asy-Syura ayat 19, kemudian membaca doa memohon rezeki yang halal, banyak, dan baik.
Berikut tata cara amalan yang disampaikan Mbah Moen tersebut.
1. Membaca Ya Latif
Setelah selesai menunaikan salat wajib, umat Islam dianjurkan membiasakan diri membaca salah satu Asmaul Husna, yaitu Ya Latif.
Lafaz Ya Latif memiliki makna yang berkaitan dengan Allah SWT Yang Maha Lembut. Dalam amalan yang disampaikan Mbah Moen, lafaz tersebut dibaca sebanyak 129 kali.
Amalan ini dapat menjadi bagian dari zikir setelah salat sekaligus sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Membaca Surah Asy-Syura Ayat 19
Setelah membaca Ya Latif, amalan tersebut dilanjutkan dengan membaca Surah Asy-Syura ayat 19.
Allah SWT berfirman:
اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ
Latin:
Allahu lathiifun bi’ibaadihi yarzuqu may yasyaa’u, wa huwal-qawiyyul-‘aziiz.
Artinya:
“Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Yang Maha Kuat, Maha Perkasa.”
Ayat tersebut mengingatkan bahwa Allah SWT memiliki kelembutan terhadap hamba-hamba-Nya dan Dia yang mengatur pemberian rezeki kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.
Karena itu, manusia tidak sepatutnya hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri. Sebesar apa pun usaha yang dilakukan, tetap Allah SWT yang menentukan hasil akhirnya.

2. Membaca Doa Memohon Rezeki
Setelah membaca ayat tersebut, amalan kemudian dilanjutkan dengan membaca doa memohon rezeki kepada Allah SWT.
Doa yang disampaikan dalam amalan tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِزْقًا حَلَالًا كَثِيرًا طَيِّبًا
Latin:
Allahumma inni as’aluka rizqan halaalan katsiiran thayyiban.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, banyak dan baik.”
Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan rezeki yang tidak hanya banyak, tetapi juga halal dan baik.
Sebab, dalam kehidupan seorang Muslim, banyaknya harta bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Rezeki yang halal dan penuh keberkahan jauh lebih penting karena dapat memberikan ketenangan dalam menjalani kehidupan.
3. Istiqomah dalam Berdoa dan Berusaha
Amalan membaca Ya Latif, ayat dari Surah Asy-Syura, dan doa memohon rezeki tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mbah Moen mengajarkan agar amalan tersebut dilakukan secara rutin dan istiqomah. Konsistensi menjadi hal penting ketika seseorang membiasakan diri melakukan ibadah dan doa.
Namun, doa sebaiknya tetap berjalan beriringan dengan usaha. Seseorang tidak cukup hanya berdoa dan menunggu rezeki datang tanpa melakukan ikhtiar.
Bekerja dengan sungguh-sungguh, mencari penghasilan melalui jalan yang halal, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta terus memperbaiki ibadah menjadi bagian dari usaha seorang Muslim dalam menjemput rezeki.
Pada akhirnya, manusia hanya dapat berusaha dan berdoa, sedangkan hasilnya merupakan ketentuan Allah SWT.
Dengan memperbanyak ibadah, menjaga kehalalan usaha, serta memanjatkan doa secara istiqomah, diharapkan Allah SWT memberikan rezeki yang luas, halal, baik, dan penuh keberkahan.
Semoga amalan tersebut dapat menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya mengejar banyaknya rezeki, tetapi juga senantiasa memohon keberkahan di dalamnya.

Tinggalkan Balasan