Doa Pembuka Rezeki dan Penghilang Kesulitan, Ustadz Abdul Somad Ungkap Amalan yang Bisa Diamalkan Setiap Hari
WARTAMEDIA.ID – Memiliki kehidupan yang berkecukupan, rezeki yang lancar, serta terbebas dari berbagai kesulitan tentu menjadi harapan banyak orang. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk terus berdoa sekaligus berikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Salah satu doa yang berkaitan dengan kelapangan rezeki dan perlindungan dari berbagai kesulitan dibagikan Ustadz Abdul Somad dalam sebuah ceramah yang diunggah melalui kanal YouTube Sandi_Art17.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan, doa tersebut dapat diamalkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT, doa juga dapat memberikan motivasi dan kekuatan ketika seseorang sedang berusaha mencari rezeki.
“Doa ini juga bisa menjadi motivasi dan kekuatan saat kita berusaha mencari rezeki,” terang Ustadz Abdul Somad.
Menurutnya, doa tersebut juga dapat diamalkan oleh umat Islam yang sedang menghadapi persoalan keuangan, termasuk ketika terlilit utang. Namun, membaca doa tetap perlu disertai usaha nyata untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi.
Ustadz Abdul Somad menyebut doa tersebut merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai permohonan perlindungan dari sejumlah kesulitan. Di dalamnya terdapat permohonan agar Allah SWT memberikan perlindungan dari rasa gelisah, kesedihan, kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, lilitan utang, hingga tekanan dari orang lain.

Berikut doa yang disampaikan Ustadz Abdul Somad:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
“Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazani wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasali wa a’udzu bika minal jubni wal bukhli wa a’udzu bika min ghalabatid daini waqahrir rijal.”
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.”
Ustadz Abdul Somad kemudian mengingatkan umat Islam untuk membaca doa tersebut ketika menghadapi persoalan, khususnya saat berada dalam kondisi terlilit utang atau berada di bawah tekanan orang lain.
“Apabila sedang terlilit utang atau dikuasai orang lain baca doa tersebut,” pesannya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa mengamalkan doa tidak cukup hanya dengan melafalkan bacaannya. Umat Islam juga perlu memahami arti dan pesan yang terkandung di dalam doa tersebut.
Menurut Ustadz Abdul Somad, doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar. Ketika seseorang mengharapkan rezeki dari Allah SWT, ia tetap harus berusaha mencarinya melalui cara yang halal, salah satunya dengan bekerja.
Ia mengingatkan bahwa rezeki memang berada dalam ketentuan Allah SWT. Namun, manusia tetap diperintahkan untuk melakukan usaha sebagai bagian dari ikhtiar dalam memperoleh rezeki tersebut.
Dengan demikian, doa pembuka rezeki sebaiknya tidak dipahami sebagai pengganti usaha. Doa menjadi bentuk ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT, sedangkan bekerja dan berusaha menjadi bagian dari ikhtiar manusia.
Selain persoalan usaha, Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan bahwa perilaku manusia dapat berkaitan dengan keberkahan rezeki. Ia mengutip salah satu ayat Al-Qur’an yang menjelaskan hubungan antara keimanan, ketakwaan dan keberkahan.
Ayat tersebut terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 96:
“Walau anna ahlal-qura amanu wattaqau lafatahna ‘alaihim barakatim minas-sama’i wal-ardi wa lakin kazzabu fa akhaznahum bima kanu yaksibun.”
Artinya:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa umat Islam tidak hanya dianjurkan untuk memohon kelapangan rezeki melalui doa, tetapi juga menjaga keimanan, ketakwaan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, ikhtiar mencari rezeki, memperbanyak doa, memahami maknanya, serta menjaga diri dari perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama dapat menjadi bagian dari upaya seorang Muslim dalam menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan