Sabtu, 17 Oktober 2026
◐
MENU
Breaking News

Pemkab Rejang Lebong Dukung Baksos Operasi Katarak, 50 Warga Terima Manfaat

WARTAMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong mendukung pelaksanaan bakti sosial Republik Indonesia (RI) Tahun 2026 melalui layanan operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan yang berlangsung di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rejang Lebong, Sabtu 17 Oktober 2026, ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata secara langsung.

Sebanyak 50 peserta dari tiga kabupaten menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 46 orang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong, dua orang dari Kabupaten Kepahiang, dan dua orang lainnya dari Kabupaten Lebong.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Asisten I Kabupaten Rejang Lebong Bobby Harpa Santana, S.STP., M.Si., Asisten II Provinsi Bengkulu R.A. Denni, S.H., M.M., Kepala Dinas Sosial Dr. H. Hambali, S.Pd., M.Pd., M.H., Kepala Dinas Kesehatan drg. Asep Setia Budiman, Direktur RSUD Rejang Lebong Nova Friska Elianti, M.Kes., serta Ketua Sentra Dharma Guna Bengkulu Hari Setiadi.

Turut hadir para dokter spesialis mata, tamu undangan, dan pihak terkait yang mendukung pelaksanaan bakti sosial tersebut.

Prioritaskan Masyarakat Kurang Mampu

Ketua Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, menjelaskan bahwa kegiatan operasi katarak tersebut merupakan bakti sosial tahap kedua. Program ini bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia yang mengalami gangguan penglihatan.

Menurutnya, bantuan operasi katarak diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2. Sementara itu, masyarakat dari kelompok desil 3 masih dapat dipertimbangkan sebagai penerima manfaat dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat.

“Peserta untuk saat ini sebanyak 50 orang, mayoritas dari Kabupaten Rejang Lebong, dan juga mengakomodasi masyarakat dari Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong,” ujar Hari.

Ia berharap program tersebut dapat membantu masyarakat yang selama ini mengalami kendala untuk mendapatkan penanganan medis akibat keterbatasan ekonomi.

Gangguan penglihatan akibat katarak dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga lanjut usia. Karena itu, layanan operasi ini diharapkan dapat membantu penerima manfaat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya.

Selain mendapatkan layanan operasi katarak, para peserta juga menerima bantuan nutrisi berupa susu dan beras. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi serta mendukung proses pemulihan setelah menjalani operasi.

Pemprov Bengkulu Dorong Akses Kesehatan bagi Masyarakat

Sementara itu, Asisten II Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, menyampaikan apresiasi kepada kementerian terkait yang telah menginisiasi dan memberikan bantuan bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak.

Menurut Denni, pemerintah juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mendukung pembiayaan pelayanan kesehatan. Namun, kegiatan bakti sosial operasi katarak tersebut dilaksanakan di luar skema BPJS Kesehatan.

Ia turut menyampaikan pesan Gubernur Bengkulu agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk rujukan berobat ke luar daerah, dapat berkoordinasi dengan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga dapat berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan pembiayaan pelayanan kesehatan sesuai mekanisme yang tersedia.

“Jangan ragu-ragu dan jangan sungkan kalau sakit untuk berobat. Pemerintah daerah memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan berbagai lembaga terkait terus diperkuat sehingga masyarakat kurang mampu dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan tanpa terkendala keterbatasan ekonomi.

Operasi Katarak di RSUD Rejang Lebong, Sabtu 17 Oktober 2026
Operasi Katarak di RSUD Rejang Lebong, Sabtu 17 Oktober 2026

Pemkab Rejang Lebong Perkuat Kolaborasi Lintas Instansi

Mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Rejang Lebong, Asisten I Bobby Harpa Santana mengatakan bahwa pemerintah kabupaten terus mendorong pelaksanaan kegiatan bakti sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, terselenggaranya operasi katarak tahap kedua di Kabupaten Rejang Lebong merupakan hasil koordinasi dan kerja sama berbagai pihak. Di antaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, RSUD Rejang Lebong, Baznas, pemerintah provinsi, serta kementerian terkait.

Menurut Bobby, pada tahap pertama kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan di Kota Bengkulu. Selanjutnya, pelaksanaan tahap kedua didorong berlangsung di Kabupaten Rejang Lebong agar masyarakat setempat lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan.

“Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan bakti sosial seperti ini. Kami berharap ke depannya semakin banyak kegiatan dari kementerian yang dapat membantu masyarakat Rejang Lebong,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat dari Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong untuk memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang sama.

Harapkan Program Sosial Terus Berlanjut

Melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak ini, Pemkab Rejang Lebong berharap semakin banyak masyarakat kurang mampu yang mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara langsung.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, fasilitas pelayanan kesehatan, serta lembaga sosial dinilai penting untuk memperluas jangkauan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Selain membantu masyarakat memperoleh penanganan gangguan penglihatan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pemerataan pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan.

Pemkab Rejang Lebong berharap kerja sama lintas instansi dapat terus diperkuat sehingga kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Dengan adanya dukungan berbagai pihak, pelayanan kesehatan diharapkan semakin mudah diakses, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan membutuhkan penanganan medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Berita Terkini