Batik Khas Rejang Siap Tampil di Jakarta, Dukungan Plt Bupati Hendri Bikin Pelaku Budaya Terharu
WARTAMEDIA.ID – Suasana haru mewarnai pertemuan Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si. bersama sejumlah pelaku kebudayaan Rejang Lebong di Rumah Dinas Plt Bupati, Selasa 22 September 2026.
Momen emosional tersebut terjadi setelah Hendri menyampaikan rencananya bersama Ketua TP PKK Rejang Lebong untuk hadir langsung di Jakarta menyaksikan penampilan batik khas Rejang pada ajang Indonesia International Modest Fashion Week (IN2MOTION) yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.
Pernyataan dukungan tersebut membuat salah seorang peserta yang hadir terharu hingga meneteskan air mata. Bagi para pelaku kebudayaan, perhatian langsung dari pemerintah daerah menjadi penyemangat tersendiri untuk membawa nama Rejang Lebong ke panggung fashion yang lebih luas.
Pertemuan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi para pelaku kebudayaan menyampaikan persiapan keikutsertaan mereka dalam ajang fashion tersebut.
Batik Rejang Lolos Seleksi
Designer sekaligus Creative Director Mode by Ceka, Meysa Agesty, mengatakan pihaknya mendapat kesempatan menampilkan batik khas Rejang setelah mengikuti proses seleksi selama sekitar dua bulan bersama sejumlah brand dari Provinsi Bengkulu.
“Alhamdulillah kami mendapatkan kesempatan untuk menampilkan batik khas Rejang. Batik khas Rejang ini kami ambil dari naskah-naskah kuno, jadi memang asli Rejang,” ujar Meysa.
Menurut Meysa, keikutsertaan Mode by Ceka dalam IN2MOTION merupakan bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dan mendapat dukungan dari Bank Indonesia KPwBI Bengkulu.
Ia menyebut Mode by Ceka menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Rejang Lebong yang berhasil lolos dalam proses seleksi sejumlah brand di Provinsi Bengkulu pada tahun ini.
“Alhamdulillah kami menjadi salah satunya, atau satu-satunya dari Bengkulu dari Kabupaten Rejang Lebong pada tahun ini yang mendapatkan kesempatan ini,” katanya.
Dalam ajang tersebut, Mode by Ceka akan membawa tujuh orang dalam satu tim. Mereka dijadwalkan menampilkan empat looks dengan menggunakan batik khas Rejang yang motifnya diangkat dari naskah-naskah kuno.
Buka Peluang Ekonomi Kreatif
Meysa mengatakan keikutsertaan dalam ajang berskala internasional tersebut bukan sekadar kesempatan untuk menampilkan karya fashion. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Rejang Lebong kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia berharap penampilan batik khas Rejang dapat menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah maupun khalayak internasional. Dengan demikian, peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal juga dapat semakin terbuka.
“Karena skalanya internasional, banyak khalayak luar. Harapan kami nanti banyak orang yang penasaran, Rejang Lebong itu di mana. Akan mendatangkan juga calon-calon buyer yang mungkin berpotensi untuk memajukan perekonomian di Rejang itu sendiri,” ungkapnya.
Menurut Meysa, pengembangan batik khas Rejang juga membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan para pelaku kebudayaan.
Ia menilai kekayaan motif batik Rejang masih sangat luas dan tidak hanya terbatas pada motif yang selama ini telah dikenal masyarakat.
“Harapan kami semoga kita bisa selalu bergandengan tangan, baik dari semua aspek, pemerintah, para pelaku kebudayaan, karena batik Rejang ini bukan cuma sebatas batik yang sudah kita tahu saja, bukan cuma sebatas Kaganga, banyak motif yang belum diketahui khalayak luas,” ujarnya.
Meysa berharap batik Rejang ke depan dapat semakin dikenal dan menjadi salah satu identitas budaya Rejang Lebong.
“Harapan kami semoga batik ini nanti menjadi identitas asli dari Rejang. Jadi orang bukan cuma tahu Besurek atau Kaganga, tapi banyak motif-motif lain yang akan diketahui,” katanya.

Plt Bupati Siap Hadir di Jakarta
Sementara itu, Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri menyambut baik kedatangan para pelaku kebudayaan yang menyempatkan diri bersilaturahmi sekaligus memaparkan persiapan menghadapi IN2MOTION.
Hendri mengapresiasi upaya para pelaku kebudayaan dalam menjaga sekaligus mengembangkan budaya dan karya lokal Rejang Lebong.
“Kami menyambut baik kedatangan pelaku kebudayaan Rejang Lebong yang telah hadir dan menyempatkan untuk bersilaturahmi,” ujar Hendri.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para pelaku budaya yang telah melewati proses seleksi hingga mendapat kesempatan membawa batik khas Rejang ke panggung fashion di Jakarta.
“Saya juga berterima kasih telah menghidupkan budaya lokal dan karya lokal. Saya juga mengapresiasi atas keberhasilan adik-adik yang telah bersusah payah membawa batik khas Rejang Lebong dan bahkan satu-satunya dari Provinsi Bengkulu yang akan tampil fashion show di Jakarta Oktober mendatang,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan pengembangan karya lokal, Hendri menyatakan akan berupaya hadir bersama Ketua TP PKK Rejang Lebong untuk menyaksikan langsung penampilan tersebut.
“Sebagai bentuk dukungan, Insya Allah saya bersama Ketua TP PKK akan hadir langsung melihat penampilan adik-adik yang membawa harum Rejang Lebong di kancah nasional,” tegasnya.
Rencana kehadiran kepala daerah bersama Ketua TP PKK tersebut disambut haru oleh para pelaku kebudayaan yang hadir. Dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk mempersiapkan penampilan sebaik mungkin.
IN2MOTION Jadi Panggung Promosi Budaya Rejang
Ajang Indonesia International Modest Fashion Week (IN2MOTION) dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober 2026.
Keikutsertaan Mode by Ceka diharapkan menjadi salah satu ruang bagi batik khas Rejang untuk mendapatkan perhatian lebih luas. Tidak hanya sebagai karya fashion, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya Rejang Lebong.
Dengan membawa motif yang bersumber dari naskah-naskah kuno Rejang, penampilan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan warisan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas serta membuka peluang kolaborasi dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Bagi Rejang Lebong, tampilnya batik khas daerah di panggung fashion Jakarta menjadi momentum untuk memperkenalkan bahwa kekayaan budaya Rejang memiliki beragam motif dan potensi yang masih dapat terus dikembangkan.

Tinggalkan Balasan