Selasa, 13 Oktober 2026
◐
MENU
Breaking News

Antisipasi Banjir, Plt Bupati Rejang Lebong Pimpin Gotong Royong Bersihkan Drainase Jalan Pembangunan

Reporter: Anak Abah | Editor: Anak Ibu

WARTAMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat bergotong royong membersihkan drainase serta bahu jalan di Jalan Pembangunan, Desa Teladan, Kecamatan Curup Selatan, Selasa 13 Oktober 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi genangan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras.
Pemantauan kegiatan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP, MSi, bersama Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan dan Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady, SIK, MH, sekitar pukul 09.00 WIB.
Gotong royong tersebut melibatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar, SE, MM, perwakilan Kodim 0409, Yonif 144 Jaya Yudha, Brimob, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Rejang Lebong.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Plt Kepala Dinas PUPR Luhur Budi Santoso, Kepala Dinas Pertanian Suradi Ripai, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Andi Ferdian, Kepala Disnakertrans M. Andhy Afrianto, Kepala Bappeda Afreda Rotua Purba, Kepala Satpol PP Anton Sefrizal, Kepala DP3APPKB Gusti Maria, Kepala Dukcapil Rosita, Kepala Dinas Sosial Hambali, Camat Curup Selatan Selvana Ria Sari, serta Kepala Desa Teladan Jemingan.

Drainase Dibersihkan, Jalan yang Rendah Ditimbun

Dalam kegiatan tersebut, petugas bersama masyarakat membersihkan rumput dan sampah di sepanjang bahu Jalan Pembangunan. Sampah dan hasil pembersihan langsung diangkut menggunakan truk serta mobil pikap agar tidak kembali menyumbat saluran air.
Pembersihan drainase dilakukan oleh tim Dinas PUPR dan Dinas Pemadam Kebakaran dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi. Sementara itu, endapan lumpur dan sampah yang menyumbat gorong-gorong dibersihkan menggunakan ban mobil bekas yang diikat tali, kemudian ditarik dengan bantuan kendaraan.
Selain membersihkan saluran air, pemerintah daerah juga melakukan penimbunan pada bagian badan jalan yang rendah dan kerap menjadi titik genangan ketika hujan turun.
Proses penimbunan dan perataan jalan dibantu dua alat berat, yakni loader dan vibrator, untuk memperbaiki permukaan jalan yang selama ini menjadi lokasi genangan.
Plt Bupati Rejang Lebong, Hendri, mengatakan kegiatan gotong royong tersebut merupakan langkah awal untuk mengatasi persoalan banjir di Jalan Pembangunan, Desa Teladan.
“Hari ini kita mencoba gotong royong membersihkan drainase dan bahu Jalan Pembangunan Desa Teladan yang selama ini sering banjir. Juga meninggikan badan jalan yang rendah dan menjadi pusat genangan,” jelas Hendri.

Pemkab Akan Evaluasi Saat Hujan Turun

Hendri menegaskan, upaya penanganan banjir tidak berhenti pada pembersihan drainase dan penimbunan badan jalan. Pemerintah daerah akan melakukan pengecekan ulang ketika hujan turun untuk mengetahui efektivitas penanganan yang telah dilakukan.
Menurutnya, apabila genangan masih terjadi, pemerintah akan kembali menelusuri penyebabnya agar penanganan berikutnya dapat dilakukan secara lebih tepat.
“Setelah ini akan kita cek ulang di saat hujan turun. Apakah masih banjir atau tidak. Kalau masih banjir tentu akan kita cari penyebabnya lagi,” ujarnya.
Selain mengerahkan OPD terkait, Hendri juga menyampaikan rencana untuk meminta partisipasi pemilik usaha Asphalt Mixing Plant (AMP) dalam membantu penimbunan badan jalan yang menjadi titik genangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan persoalan banjir sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat bergotong royong membersihkan drainase serta bahu jalan di Jalan Pembangunan, Desa Teladan, Kecamatan Curup Selatan, Selasa 13 Oktober 2026
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat bergotong royong membersihkan drainase serta bahu jalan di Jalan Pembangunan, Desa Teladan, Kecamatan Curup Selatan, Selasa 13 Oktober 2026

Kades Teladan Ungkap Penyebab Banjir

Kepala Desa Teladan, Jemingan, menjelaskan bahwa genangan banjir di Jalan Pembangunan dapat mencapai sekitar 50 meter ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Menurutnya, persoalan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih empat tahun dan dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kondisi badan jalan yang rendah hingga drainase yang mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur.
Selain itu, keberadaan pipa PDAM di dalam saluran drainase pada persimpangan empat Jalan Pembangunan juga disebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sampah tersangkut dan menghambat aliran air.
“Penyebab banjir di jalan selama empat tahun ini ada beberapa faktor. Pertama, badan jalan rendah, drainase yang tertutup sedimen lumpur, serta ada pipa PDAM di simpang empat Jalan Pembangunan ini yang berada di dalam drainase. Sehingga, sampah menyangkut dan air drainase meluap dan menggenangi badan jalan yang rendah,” tutur Jemingan.
Kondisi tersebut membuat air tidak dapat mengalir secara optimal ketika hujan deras, sehingga meluap dan menggenangi permukaan jalan.
Karena itu, pembersihan saluran air dan peninggian badan jalan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko genangan di kawasan tersebut.

Dinas PUPR Siapkan Material Penimbunan

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong, Luhur Budi Santoso, ST, mengatakan pihaknya telah menyiapkan material jenis vetron untuk membantu penimbunan badan jalan yang kerap tergenang.
Menurut Luhur, penanganan dilakukan dengan menggabungkan pembersihan drainase dan perbaikan permukaan jalan agar aliran air dapat berjalan lebih baik ketika hujan turun.
“Drainasenya kita bersihkan dan badan jalan yang menjadi titik banjir kita timbun. Mudah-mudahan, drainase dapat berfungsi mengalirkan air saat hujan turun deras,” ujar Luhur.
Melalui gotong royong yang melibatkan pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, dan masyarakat, Pemkab Rejang Lebong berharap persoalan genangan di Jalan Pembangunan Desa Teladan dapat ditangani secara bertahap.
Evaluasi lanjutan saat hujan turun akan menjadi bagian penting untuk memastikan apakah pembersihan drainase dan penimbunan jalan telah efektif atau masih diperlukan langkah penanganan tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Berita Terkini