Bukit Kaba, Gunung Favorit Pendaki di Bengkulu, Punya Dua Jalur Menuju Puncak
WARTAMEDIA.ID – Bukit Kaba menjadi salah satu destinasi wisata alam yang populer di Provinsi Bengkulu. Gunung api yang berada di Kabupaten Rejang Lebong ini tidak hanya menawarkan panorama alam pegunungan, tetapi juga pengalaman mendaki dengan jalur yang menantang hingga pemandangan kawah dari ketinggian.
Gunung yang lebih dikenal dengan nama Bukit Kaba ini menjadi tujuan favorit para pendaki dari berbagai daerah, termasuk Bengkulu dan sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan. Lokasinya yang relatif dekat dari Kota Curup membuat gunung ini mudah dijangkau wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus menguji kemampuan fisik.
Bukit Kaba berada di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Curup, ibu kota Kabupaten Rejang Lebong.
Dengan ketinggian mencapai 1.938 meter di atas permukaan laut (mdpl), Bukit Kaba merupakan salah satu gunung api aktif di Bengkulu. Gunung ini berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba yang menyimpan kekayaan alam dan menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Rejang Lebong.
Dua Jalur Pendakian Menuju Puncak Bukit Kaba
Salah satu keunggulan Bukit Kaba adalah tersedianya dua jalur untuk mencapai puncak. Pendaki dapat memilih jalur hiking dengan berjalan kaki melewati kawasan hutan atau menggunakan jalur kendaraan bermotor yang mengarah ke kawasan tangga seribu.
Kedua jalur tersebut menawarkan pengalaman berbeda. Jalur hiking cocok bagi pendaki yang ingin menikmati suasana hutan dan tantangan perjalanan, sedangkan jalur kendaraan menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mencapai kawasan puncak dengan waktu lebih singkat.
1. Jalur Hiking, Menyusuri Hutan dan Semak Belukar

Jalur pertama menuju puncak Bukit Kaba adalah jalur hiking atau pendakian dengan berjalan kaki. Jalur ini menjadi pilihan bagi pendaki yang ingin merasakan sensasi perjalanan di tengah alam terbuka.
Sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati kawasan hutan yang masih alami. Pepohonan dan semak belukar tumbuh di sisi kiri dan kanan jalur, menghadirkan suasana khas pegunungan yang sejuk dan asri.
Waktu tempuh melalui jalur ini diperkirakan sekitar dua hingga tiga jam, tergantung kondisi fisik, cuaca, serta kecepatan berjalan masing-masing pendaki.
Medan pendakian cukup bervariasi, mulai dari jalur datar hingga tanjakan yang membutuhkan tenaga ekstra. Pada sejumlah bagian, pendaki bahkan harus berpegangan pada akar pohon untuk melewati jalur yang terjal.
Kondisi jalur yang tergerus air hujan juga membuat beberapa bagian pendakian menjadi lebih sulit, terutama ketika musim hujan. Karena itu, pendaki perlu mempersiapkan fisik, membawa perlengkapan yang sesuai dan menggunakan sepatu dengan daya cengkeram yang baik.
2. Jalur Kendaraan Bermotor, Lebih Cepat Menuju Puncak
Selain jalur hiking, wisatawan juga bisa memilih jalur yang dapat dilalui kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor.
Jalur ini dibangun untuk memudahkan akses menuju kawasan puncak. Pada awal pembangunannya, sebagian jalan telah dilapisi aspal hotmix hingga bagian bawah tangga seribu, yakni tangga yang menjadi akses menuju puncak Bukit Kaba.
Namun, kondisi alam dan pengaruh cuaca menyebabkan sejumlah bagian jalan mengalami kerusakan. Sebagian permukaan aspal kini berubah menjadi jalan tanah dan berbatu sehingga pengendara perlu lebih berhati-hati ketika melintas.
Jika menggunakan jalur kendaraan bermotor, perjalanan menuju kawasan puncak diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit, bergantung pada kondisi jalan dan kendaraan.
Jalur ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Bukit Kaba tanpa harus melakukan pendakian panjang. Meski demikian, kondisi kendaraan dan cuaca perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan.
Menikmati Dua Kawah di Puncak Bukit Kaba
Daya tarik utama Bukit Kaba terletak pada panorama kawah yang dapat dinikmati dari kawasan puncak. Terdapat dua kawah dengan karakteristik berbeda, yakni kawah mati yang memiliki warna air biru kehijauan dan kawah aktif yang masih mengeluarkan asap belerang.
Kedua kawah tersebut menjadi pemandangan yang menarik bagi pendaki setelah menempuh perjalanan menuju puncak. Perbedaan warna dan karakter kawah menghadirkan panorama alam yang menjadi salah satu alasan wisatawan tertarik mengunjungi gunung ini.
Meski demikian, karena Bukit Kaba merupakan gunung api aktif, pengunjung harus tetap memperhatikan informasi aktivitas vulkanik dan mengikuti arahan petugas. Wisatawan juga perlu menjaga jarak dari kawasan kawah yang berbahaya serta tidak mendekati sumber gas belerang.
Lokasi Favorit untuk Camping di Bukit Kaba
Selain mendaki dan menikmati panorama kawah, Bukit Kaba juga menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin berkemah. Terdapat sejumlah area yang bisa dimanfaatkan untuk mendirikan tenda, mulai dari kawasan Kubah 1 hingga Danau Mati.
Kubah 1, Area Camping di Punggungan Gunung
Kubah 1 merupakan salah satu titik yang dapat dijumpai setelah pendaki keluar dari jalur rimba. Lokasi ini memiliki bangunan beton berbentuk kubus yang menjadi penanda kawasan tersebut.
Di sekitar Kubah 1, pendaki dapat menemukan sejumlah tempat untuk mendirikan tenda. Area ini berada di salah satu punggungan Bukit Kaba sehingga menawarkan suasana pegunungan yang cocok bagi wisatawan yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Danau Mati, Area Luas untuk Mendirikan Tenda
Salah satu lokasi yang cukup dikenal sebagai tempat berkemah adalah Danau Mati. Kawasan ini berada di antara kawah mati dan Bukit Gajah serta memiliki area yang relatif luas untuk mendirikan tenda.
Hamparan lahan yang tersedia membuat Danau Mati menjadi salah satu lokasi favorit bagi pendaki yang ingin menghabiskan malam di kawasan Bukit Kaba.
Namun, wisatawan perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum mendirikan tenda. Saat musim hujan, kawasan Danau Mati dapat tergenang air sehingga pemilihan lokasi tenda harus dilakukan dengan cermat.
Bukit Kaba Ramai Dikunjungi Saat Tahun Baru dan 17 Agustus

Popularitas Bukit Kaba membuat gunung ini kerap ramai dikunjungi pendaki pada momen tertentu. Malam pergantian tahun dan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus menjadi dua waktu yang sering dimanfaatkan wisatawan untuk mendaki.
Pada momen tersebut, pendaki dari berbagai daerah, baik dari Provinsi Bengkulu maupun luar provinsi, datang untuk menikmati suasana pegunungan dan menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.
Sebagian pendaki memilih berkemah untuk menikmati suasana malam di gunung, sedangkan lainnya datang untuk menyaksikan panorama alam dari kawasan puncak.
Ramainya kunjungan pada hari-hari tertentu juga membuat pendaki perlu merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk menyiapkan perlengkapan, menjaga kebersihan kawasan dan memperhatikan kapasitas area perkemahan.
Tips Sebelum Mendaki Bukit Kaba
Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Bukit Kaba, persiapan menjadi hal penting agar perjalanan berjalan aman dan nyaman. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Periksa kondisi cuaca: Hindari mendaki ketika cuaca buruk atau ketika terdapat peringatan aktivitas gunung api.
Pilih jalur sesuai kemampuan: Pendaki pemula perlu mempertimbangkan kondisi fisik dan medan sebelum memilih jalur hiking.
Gunakan perlengkapan yang sesuai: Sepatu antiselip, pakaian hangat, jas hujan, lampu senter dan persediaan air menjadi perlengkapan penting.
Bawa perlengkapan camping: Jika berencana bermalam, pastikan membawa tenda dan perlengkapan tidur yang memadai.
Jaga kebersihan: Bawa kembali sampah dan jangan merusak lingkungan di kawasan TWA Bukit Kaba.
Patuhi arahan petugas: Perhatikan informasi resmi mengenai jalur pendakian, kondisi kawah dan aturan kunjungan.
Dengan panorama alam yang menarik, dua jalur pendakian serta pilihan area berkemah, Bukit Kaba menjadi salah satu destinasi wisata pegunungan yang dapat dikunjungi saat berada di Kabupaten Rejang Lebong.
Jadi, bagaimana, tertarik untuk mendaki Bukit Kaba dan menikmati keindahan kawahnya secara langsung?

Tinggalkan Balasan