134 Wisudawan Politeknik Raflesia Curup Resmi Jadi Ahli Madya, Didorong Ciptakan Lapangan Kerja

WARTAMEDIA.ID – Sebanyak 134 mahasiswa Politeknik Raflesia Curup resmi menyandang gelar Ahli Madya setelah mengikuti Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Diploma III Angkatan XXI Tahun Akademik 2026.
Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Lapangan Setia Negara Curup, Rabu 7 Oktober 2026. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan vokasi para mahasiswa sekaligus awal bagi mereka untuk memasuki dunia kerja, kewirausahaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dari total 134 wisudawan, sebanyak 26 orang berasal dari Program Studi Teknik Sipil, 29 orang dari Teknik Elektro, 22 orang dari Teknik Mesin dan 57 orang dari Program Studi Akuntansi.
Lulusan Diminta Tak Hanya Jadi Pencari Kerja
Direktur Politeknik Raflesia Curup, Paddery, M.Ak., menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan dan berhasil meraih gelar Ahli Madya.
Menurutnya, kelulusan tersebut merupakan pencapaian penting setelah para mahasiswa menjalani proses pendidikan vokasi. Namun, ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah diharapkan tidak berhenti setelah prosesi wisuda.
Para alumni justru didorong untuk mampu menerapkan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan profesional, termasuk dengan menciptakan inovasi dan membuka peluang usaha di tengah masyarakat.
“Saya ucapkan selamat kepada 134 mahasiswa yang saat ini telah menyandang predikat Ahli Madya. Kita berharap kepada para wisudawan agar ikut serta berperan aktif dalam membangun Kabupaten Rejang Lebong dengan menciptakan berbagai terobosan baru dan membuka peluang usaha bagi masyarakat kita,” ujar Paddery.
Menurutnya, bertambahnya lulusan Politeknik Raflesia juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi tersebut dalam memperkuat pendidikan vokasi di Kabupaten Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu.

Politeknik Raflesia Terus Tingkatkan Kualitas
Paddery menegaskan, pihak kampus akan terus melakukan pengembangan, baik dalam bidang akademik maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pengembangan tersebut dilakukan agar Politeknik Raflesia Curup dapat terus tumbuh dan memiliki daya saing dengan perguruan tinggi vokasi lainnya.
“Ke depan kita akan terus bersaing, baik dari sisi sumber daya manusia maupun bidang akademik,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini ikut memberikan dukungan terhadap perkembangan pendidikan di Politeknik Raflesia Curup.
“Kemudian, kami juga mengucapkan terima kasih kepada H. Dwi Coryati yang telah ikut membantu meningkatkan pendidikan di Poltek Raflesia Curup dan pada umumnya di Kabupaten Rejang Lebong ini,” tegasnya.
Hendri: Wisuda Bukan Akhir Perjalanan

Sementara itu, Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., mengingatkan para wisudawan bahwa gelar Ahli Madya yang diperoleh bukanlah akhir dari perjalanan.
Menurut Hendri, prosesi wisuda justru menjadi awal bagi para lulusan untuk memasuki fase kehidupan yang memiliki tantangan dan tanggung jawab lebih besar.
Ia meminta para alumni tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar dan pembangunan daerah.
“Ketahuilah bahwa hari ini bukan merupakan akhir, tapi ini adalah awal dari pendewasaan dan perjuangan yang sesungguhnya. Setelah hari ini, kalian memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi dituntut untuk berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar dan untuk kemajuan khususnya Kabupaten Rejang Lebong dan umumnya Provinsi Bengkulu,” ujar Hendri.
Dorong Alumni Berani Membuka Usaha
Hendri menilai pendidikan vokasi yang telah ditempuh para mahasiswa dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Namun, para lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi untuk mencari pekerjaan. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka juga diharapkan berani menciptakan peluang dan membuka lapangan usaha baru.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi, mengembangkan keterampilan dan menghadirkan inovasi menjadi hal penting bagi lulusan dalam menghadapi perkembangan zaman.
Hendri juga berpesan agar para wisudawan terus bekerja keras dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Teruslah berusaha, jadilah manusia yang kuat, unggul, dan bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.
Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Kolaborasi
Lebih lanjut, Hendri mengatakan pembangunan daerah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas sekaligus melahirkan gagasan dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mendorong Politeknik Raflesia Curup untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diarahkan pada pengembangan berbagai program yang memanfaatkan teknologi serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Politeknik Raflesia dan kami juga mengajak Politeknik Raflesia untuk bersama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melahirkan program dan inovasi berbasis teknologi,” tutup Hendri.
Dihadiri Sejumlah Unsur Pemerintahan
Prosesi wisuda Program Diploma III Angkatan XXI tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Pertiwi Hj. Fitri Hertika Sari Hijazi, SE., MM., anggota DPRD Rejang Lebong JE Ahmad Rafif Ghali, perwakilan Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Polres Rejang Lebong, Dinas Pendidikan, Pengadilan Negeri, Kodim 0409/Rejang Lebong, orang tua wisudawan serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Bagi 134 lulusan, prosesi wisuda bukan sekadar seremoni akademik. Momen tersebut menjadi titik awal untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Para lulusan kini dihadapkan pada pilihan untuk memasuki dunia kerja, membangun usaha maupun mengembangkan berbagai inovasi sesuai bidang keahlian masing-masing.
Dengan bekal pendidikan vokasi dari Politeknik Raflesia Curup, mereka diharapkan mampu mengambil peran dalam pembangunan Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu, sekaligus menjadi sumber daya manusia yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.







Tinggalkan Balasan