Selasa, 01 September 2026
MENU
Breaking News

RSUD Rejang Lebong Kejar Paripurna, Persiapkan Re-Akreditasi

WARTEMEDIA.ID – RSUD Rejang Lebong tidak ingin menunggu hingga mendekati masa berakhirnya akreditasi. Manajemen rumah sakit daerah itu mulai menggeber persiapan re-akreditasi yang dijadwalkan berlangsung September-Oktober 2027.

Targetnya jelas, mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna yang saat ini disandang RSUD Rejang Lebong. Namun, manajemen menegaskan proses tersebut bukan sekadar mengejar predikat, melainkan menjadi momentum untuk memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Plt Direktur RSUD Rejang Lebong Nova Frisca Elianti mengatakan pihaknya telah membentuk tim akreditasi dan menunjuk lembaga akreditasi resmi yang diakui pemerintah.

“Saat ini kami sudah membentuk tim akreditasi, sambil berjalan mengikuti pelatihan-pelatihan yang dipersyaratkan untuk akreditasi tahun depan,” kata Nova di Rejang Lebong, Kamis.

Plt Direktur RSUD Rejang Lebong Nova Frisca Elianti
Plt Direktur RSUD Rejang Lebong Nova Frisca Elianti

Pembentukan tim menjadi langkah awal dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan penilaian. Manajemen mulai memetakan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi setiap unit pelayanan di rumah sakit.

Persiapan juga menyasar dokumen pendukung dan kelengkapan perizinan. Di saat bersamaan, manajemen meningkatkan kemampuan pegawai melalui sejumlah pelatihan teknis yang berkaitan dengan standar akreditasi.

Langkah tersebut dinilai penting karena proses akreditasi tidak hanya melihat kelengkapan dokumen. Rumah sakit juga harus mampu menunjukkan bahwa standar pelayanan benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

RSUD Rejang Lebong terakhir menjalani akreditasi pada 2023. Masa berlaku akreditasi tersebut akan berakhir pada 2027. Karena itu, manajemen mulai mempersiapkan re-akreditasi lebih awal agar tidak ada persyaratan yang terlewat.

Saat ini RSUD Rejang Lebong telah meraih Akreditasi Paripurna. Predikat tersebut menjadi capaian yang ingin dipertahankan dalam proses penilaian berikutnya.

Namun, Nova menegaskan pihaknya tidak menjadikan peningkatan predikat sebagai tujuan utama. Menurutnya, percuma mengejar predikat lebih tinggi apabila peningkatan tersebut tidak diikuti perubahan nyata dalam kualitas pelayanan.

“PR kami ke depan adalah bagaimana tetap bisa mempertahankan akreditasi paripurna. Daripada predikat naik tetapi kualitas tidak berkembang, lebih baik kami mempertahankan status paripurna ini seraya meningkatkan kualitas pelayanan secara nyata,” tegasnya.

Karena itu, persiapan re-akreditasi sekaligus menjadi kesempatan bagi manajemen untuk mengevaluasi berbagai pelayanan yang selama ini diberikan. Unit-unit pelayanan akan didorong untuk memperbaiki kekurangan dan mempertahankan standar yang sudah berjalan baik.

Akreditasi memiliki posisi penting dalam keberlangsungan operasional rumah sakit. Salah satunya berkaitan dengan kerja sama pelayanan bersama BPJS Kesehatan.

Rumah sakit harus memenuhi persyaratan akreditasi agar dapat mempertahankan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kondisi tersebut membuat manajemen RSUD Rejang Lebong harus memastikan seluruh standar pelayanan tetap terpenuhi.

“Akreditasi merupakan syarat mutlak agar rumah sakit dapat terus menjalin kerja sama operasional dengan BPJS Kesehatan,” jelas Nova.

Selain menjadi persyaratan kerja sama, akreditasi juga memberikan gambaran mengenai kepatuhan rumah sakit terhadap standar pelayanan. Seluruh prosedur medis harus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku.

Hal ini menyangkut berbagai tahapan pelayanan, mulai dari pasien datang hingga mendapatkan tindakan dan perawatan. Standar tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan pasien sekaligus memastikan pelayanan diberikan secara profesional.

Untuk mendukung target tersebut, RSUD Rejang Lebong memiliki kekuatan SDM sebanyak 430 pegawai. Mereka terdiri atas 261 ASN/PNS, 156 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan 13 tenaga kerja kontrak.

Dari total pegawai tersebut, sebanyak 373 orang merupakan tenaga kesehatan. Komposisinya meliputi 20 dokter spesialis dan 10 dokter umum.

Ketersediaan dokter spesialis menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong. Selain dokter, rumah sakit juga memiliki tenaga kesehatan lainnya yang menjalankan fungsi pelayanan sesuai bidang masing-masing.

Sementara itu, 46 tenaga nonkesehatan turut mendukung operasional rumah sakit. Mereka menjalankan berbagai pekerjaan penunjang agar pelayanan medis dapat berlangsung secara optimal.

RSUD Rejang Lebong juga memiliki 11 pejabat struktural yang menjalankan fungsi manajemen dan koordinasi. Seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari persiapan rumah sakit menghadapi proses re-akreditasi.

Nova mengatakan peningkatan kapasitas SDM akan terus dilakukan. Pelatihan menjadi salah satu cara untuk memastikan seluruh pegawai memahami standar yang harus dipenuhi sekaligus mampu menerapkannya dalam pelayanan.

Menurutnya, standar akreditasi harus menjadi bagian dari kebiasaan kerja, bukan hanya dipersiapkan ketika tim penilai akan datang.

“Kami terus melakukan pembenahan, baik dari sisi SDM maupun kelengkapan pendukung lainnya. Harapannya, seluruh persyaratan dapat terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkas Nova.

Dengan persiapan yang dimulai sejak jauh hari, RSUD Rejang Lebong menargetkan seluruh kebutuhan re-akreditasi dapat dipenuhi sebelum proses penilaian berlangsung pada September-Oktober 2027.

Manajemen tidak hanya membidik keberlanjutan predikat Akreditasi Paripurna. Lebih dari itu, proses re-akreditasi diharapkan mampu mendorong perubahan pelayanan yang benar-benar dirasakan pasien.

Peningkatan kualitas SDM, kepatuhan terhadap SOP, kelengkapan perizinan, serta evaluasi pelayanan akan menjadi bagian dari upaya RSUD Rejang Lebong menjaga kepercayaan masyarakat.

Dengan demikian, predikat Paripurna bukan sekadar status di atas kertas, tetapi mencerminkan komitmen rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Berita Terkini