Bantuan Beras 30 Kilogram Disalurkan, Sasar Ribuan Keluarga Rejang Lebong
WARTABERITA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong bersama Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan beras untuk masyarakat penerima manfaat. Bantuan tersebut mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran bantuan pangan tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kantor Camat Bermani Ulu, Kamis 3 September 2026. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika perekonomian.
Dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri SSTP MSi hadir langsung bersama Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Pimpinan Cabang Perum Bulog Rejang Lebong Dian Zachriani unsur Forkopimda dan pejabat di Lingkungan Pemkab Rejang Lebong.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Setiap keluarga penerima bantuan pangan memperoleh sebanyak 30 kilogram beras. Jumlah tersebut merupakan akumulasi bantuan untuk tiga bulan, sehingga masyarakat menerima jatah Juli, Agustus dan September secara sekaligus pada September.
Plt Bupati Rejang Lebong Hendri mengatakan pelaksanaan penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Bermani Ulu berjalan lancar. Ia mengapresiasi dukungan para camat dan kepala desa yang ikut memastikan program tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah hari ini acara berjalan lancar. Para kades se-Kecamatan Bermani Ulu hadir, camat hadir juga. Alhamdulillah lancar,” ujar Hendri.

Menurutnya, bantuan pangan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada keluarga penerima. Beras menjadi salah satu kebutuhan pokok yang setiap hari harus dipenuhi masyarakat sehingga bantuan tersebut dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
“Harapannya tentu masyarakat terbantu dengan kegiatan hari ini. Satu penerima itu 30 kilogram, yang merupakan akumulasi bantuan untuk tiga bulan, Juli, Agustus dan September,” jelasnya.
Hendri menegaskan, program bantuan pangan tidak semata-mata berkaitan dengan pemberian beras kepada masyarakat. Pemerintah juga menjadikan program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Bantuan pangan juga diharapkan ikut menjaga daya beli masyarakat. Ketika kebutuhan beras sebagian dapat dipenuhi melalui bantuan pemerintah, masyarakat penerima memiliki ruang lebih besar untuk mengalokasikan penghasilan mereka bagi kebutuhan lainnya.
Di sisi lain, intervensi terhadap kebutuhan pangan juga berkaitan dengan pengendalian inflasi. Beras menjadi salah satu komoditas strategis yang memiliki pengaruh terhadap kondisi harga kebutuhan pokok. Karena itu, ketersediaan stok dan distribusi yang tepat menjadi perhatian pemerintah.
Program tersebut tidak hanya menyasar masyarakat di Kecamatan Bermani Ulu. Bantuan pangan beras juga disalurkan kepada penerima manfaat di berbagai wilayah Kabupaten Rejang Lebong dengan total alokasi mencapai sekitar 1.070 ton.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Rejang Lebong Dian Zachriani menjelaskan, khusus Kecamatan Bermani Ulu terdapat 1.994 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Jumlah beras yang dialokasikan untuk penerima di kecamatan tersebut mencapai sekitar 59 ton.
“Kalau khusus untuk Kecamatan Bermani Ulu ini PBP-nya 1.994, dengan jumlah 59 ton beras. Kalau untuk keseluruhan Rejang Lebong ini sebanyak 1.070 ton,” terang Dian.

Menurut Dian, jumlah tersebut merupakan alokasi bantuan untuk tiga bulan. Namun, pemerintah menyalurkan seluruh alokasi tersebut dalam satu waktu pada September 2026.
Dengan pola penyaluran tersebut, setiap keluarga penerima tidak perlu menunggu bantuan diberikan secara terpisah setiap bulan. Mereka langsung memperoleh total 30 kilogram beras yang merupakan akumulasi jatah selama tiga bulan.
“Alokasinya tiga bulan, tetapi pemberiannya dalam satu waktu, yaitu di bulan September ini. Setiap keluarga penerima mendapatkan 30 kilogram beras,” jelasnya.
Besarnya jumlah bantuan yang disalurkan menunjukkan skala program bantuan pangan di Kabupaten Rejang Lebong. Ribuan keluarga mendapatkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan beras, sementara pemerintah bersama Bulog memastikan ketersediaan komoditas tersebut tetap terjaga.
Selain menghadiri kegiatan sosialisasi dan penyaluran bantuan, Hendri bersama rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi warga yang membutuhkan perhatian.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi Wasono, warga yang sedang menjalani pemulihan setelah mengalami kecelakaan dan mengalami patah kaki sekitar tiga bulan lalu. Rombongan juga mengunjungi Siti Suarti.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemerintah di tengah pelaksanaan penyaluran bantuan pangan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menyentuh langsung kondisi warga.
Pemkab Rejang Lebong berharap bantuan pangan tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat penerima. Bantuan beras diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan daya beli.
Di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, intervensi pemerintah terhadap kebutuhan pokok menjadi penting. Pemerintah tidak hanya dituntut memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, tetapi juga menjaga agar ketersediaan pangan di daerah tetap aman.
Dari sisi ketahanan pangan, distribusi bantuan juga menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas pasokan. Ketika kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dan pasokan tersedia, tekanan terhadap harga di tingkat konsumen diharapkan dapat ditekan.
Karena itu, Pemkab Rejang Lebong bersama Perum Bulog terus mendorong agar proses penyaluran berjalan tertib dan sesuai data penerima yang telah ditetapkan.
Pemerintah juga berharap masyarakat penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bantuan 30 kilogram beras diharapkan menjadi dukungan nyata selama periode alokasi Juli hingga September 2026.
Program bantuan pangan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Pemkab berperan dalam koordinasi serta pendampingan di lapangan, sementara Bulog memastikan ketersediaan komoditas beras yang disalurkan.
Dengan total alokasi sekitar 1.070 ton untuk Kabupaten Rejang Lebong, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pokok.
Hendri pun berharap seluruh rangkaian penyaluran dapat berjalan lancar hingga menjangkau seluruh penerima manfaat. Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar distribusi bantuan tidak mengalami hambatan.
Pada akhirnya, bantuan pangan bukan hanya soal jumlah beras yang diterima masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga daya beli, memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan tekanan harga bahan pokok.
Pemkab Rejang Lebong berharap sinergi bersama Perum Bulog dapat terus diperkuat sehingga kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin. Dengan dukungan seluruh pihak, stabilitas pangan di Kabupaten Rejang Lebong diharapkan tetap terjaga dan manfaat program benar-benar dirasakan keluarga penerima bantuan. (Anak Abah)

Tinggalkan Balasan